Sabtu, 29 September 2012

Launching ISL di Palembang

Kickoff 5 Januari 2012


PALEMBANG -- Sriwijaya FC bakal dapat kehormatan. Sebagai penyandang gelar juara Indonesia Super League (ISL) musim lalu Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) ditunjuk sebagai tempat pembukaan kompetisi musim depan. Hal tersbut dinyatakan CEO PT Liga Indonesia (PT LI) Joko Driyono selaku pengelola ISL saat jumpa pers di Parklene Hotel, Jakarta semalam (28/9).

"Laga pembukaan ISL di Palembang sebagai penghormatan bagi juara ISL musim lalu. Kickoff akan dilaksanakan 5 Januari 2013 tapi sebelum itu ada kegiatan sebagai pembuka. Seperti Inter Island Cup (IIC) dan Community Shield (CS)," ujar Joko (sapaan akrabnya).

Meski sudah dihadapkan dengan beberapa turnamen yang siap digelar sebagai ajang pemanasan sebelum kompetisi dimulai pada Januari mendatang, Sriwijaya FC belum memiliki pemain yang kemampuan yang sesuai dengan predikat juara yang dimiliki saat ini.

Tercatat sudah ada empat jadwal turnamen yang akan diikuti, seperti Inter Island Cup, Community Shield, di bulan Desember, Celebes Cup, dan satu lagi turnamen yang akan melibatkan empat tim dari dua negara yaitu Selangor FC dan ATM Army (Malaysia) serta Persisam Samarinda dan Sriwijaya FC (Indonesia) pada bulan Oktober mendatang.

"Sejauh ini kami baru menyiapkan fisik pemain yang sudah ada dan baru bergabung dengan tim. Karena kami memang belum menyiapkan untuk menghadapi beberapa turnamen tersebut. Kalau memang akan ikut dalam turnamen tersebut, saya pikir kita tidak akan mematok target karena kita (skuad) belum apa-apa," ujarnya.

Belum bergabungnya pemain asing yang diplot untuk mengisi jatah tiga pemain asing Internasional dan dua pemain asing Asia menjadi salah satu faktornya. Bisa jadi, hal inilah membuat pelatih asal Solo tersebut sedikit ragu soal target tim di laga pra musim, apalagi untuk bertarung di Liga Champion Asia (LCA) yang saat ini masih dalam bahasan Joint Committee mengenai siapa yang berhak mewakili Indonesia di ajang tersebut.

Padahal, Kas merasa, di ajang tersebutlah dirinya dapat melihat kemampuan anak asuhnya, termasuk pemain seleksi dan pemain yang baru bergabung. Beradu dengan tim yang berkualitas apalagi bertemu dengan tim dengan tim dari negara lain, menurut pelatih asal Solo tersebut haruslah dengan seluruh kemapuan yang ada mengingat Sriwijaya FC merupakan tim juara.

"Yang kami harapkan saat ini adalah pemain asing dapat dengan segera bergabung. Karena dengan begitu kita akan memiliki kekuatan untuk menghadapi tim-tim yang ada di kompetisi lokal maupun tim dari Negara lain. Kita juga dapat menambah jam terbang para pemain dan mematangkan persiapan sebelum kompetisi dimulai dengan turnamen tersebut," ungkkapnya.

Khusus untuk LCA, manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) melalui Direktur Teknik dan SDM, Hendri Zainuddin mengatakan memang masih akan menunggu pembahasan yang dilakukan oleh komite pemersatu dualism kepengurusan induk organisasi sepak bola di Indonesia tersebut. Menurutnya hasil di akhir tahun nanti akan menjadi titik terang bagi tim yang berhak bertarung di LCA.

"Siapa yang berhak untuk wakili Indonesia di LCA masih harus menunggu kuota yang ada berdasarkan hasil rapat yang akan digelar nanti (Desember). Sehingga sejauh ini belum ada kesepakatan atau pun keputusan resmi mengenai hal tersebut," pungkasnya. (kmd/cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 29 September 2012

Kas: Ruben tak Bisa Jadi Striker



PALEMBANG - Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi menilai Ruben Reyes Diaz memiliki teknik dan fisik yang bagus sebagai pemain. Namun tidak bisa dijadikan striker karena dia berposisi sebagai gelandang atau second striker.

Jika nantinya Reyes benar-benar menunjukkan performa luar biasa, Kas ingin mencoba pemain asal Spanyol ini sebagai gelandang bertahan.

"Karena dia memang bisa bermain di beberapa posisi, sebagai gelandang serang, gelandang bertahan, dan second striker. Jika melihat kebutuhan, bisa saja nanti diposisikan kepada gelandang bertahan karena kita butuh di posisi itu," jelas Pelatih Sriwijaya Fc, Kas Hartadi, kepada Sripoku.com usai memantau permainan Reyes usai laga persahabatan SFC versus SPC, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (29/9/2012) pagi.

Menurut Kas, memiliki teknik bagus dan fisik yang baik, hasil pemeriksaan tim medis dia sangat bugar. Namun untuk mengujinya lebih lanjut Kas butuh pertandingan menghadapi tim yang levelnya sama dengan SFC.

"Mudah-mudahan pertandingan lawan Selangor FC dan klub Polisi Diraja Malaysia benar-benar terlaksana pada 20 Oktober nanti, sehingga saya bisa memantau permainan Reyes. Jika dia menunjukkan kualitasnya, akan diambil untuk posisi gelandang bertahan," jelas Kas.

Seperti diketahui dalam pertandingan menghadapi SPC, Reyes menjadi kreator serangan dan juga mencetak lima gol. Namun itu bukan ukuran karena dia bermain nyaris tanpa penjagaan.

Penulis : Hendra Kusuma
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Sabtu, 29 September 2012 11:45 WIB

Hati Lim-Thierry Masih untuk SFC



PALEMBANG - Sebenarnya peluang Sriwijaya FC untuk mempertahankan Lim Jun Sik dan Thierry Gathuessi masih ada.

Kendati keduanya disebut-sebut sudah membuat kesepakatan dengan klub lain, namun hati mereka masih untuk SFC.

Hanya saja, bertahan atau tidaknya kedua pemain yang menjadi pilar penting SFC meraih gelar ISL tergantung dari manajemen.

Hal ini diungkapkan agen kedua pemain, Dr Ratna Mustika. Dia mengibaratkan mempertahankan pemain itu ibarat suami yang ingin mempertahankan istrinya.

"Coba kalau mas, ingin agar istri tidak pergi, apa yang dilakukan? Tentunya akan melakukan hal-hal yang membuat dia betah dan lainnya," jelas Tika kepada Sripoku.com, Jumat (28/9/2012).

Memang hingga hari ini, Sabtu (29/9/2012), belum ada satu pun pemain asing yang diklaim SFC mengikuti latihan.

Persoalan Thierry-Lim memang seolah menjadi pembahasan khusus yang harus dipikirkan manajemen. Tika pun sepertinya tidak ingin berkomentar terlalu jauh.

Dia hanya menegaskan kedua pemain ini bisa dipertahankan, namun tergantung kepada niat manajemen.

"Nanti kalau saya ngomong terlalu jauh," jelas Tika.Dia pun mengatakan pada 8 Oktober nanti akan membawa kedua pemainnya ke Palembang untuk menjelaskan persoalan yang sebenarnya.

Sementara Thierry sudah menyatakan keinginan tetap di SFC, namun dengan catatan manajemen menyelesaikan dua bulan gaji plus bonusnya.

"Baru lah bisa negosiasi, jika tidak maka saya tidak ke depannya bagaimana," ucap Thierry.Menanggapi ini Pelatih Kas Hartadi pun berharap, manajemen menyelesaikan persoalan itu dan mempertahankan Thierry dan Lim.

"Namun saya dengan Lim sudah tidak ingin di SFC, sementara Thierry dipertahankan. Saya harap semua persoalan bisa selesai dan saya percaya manajemen bisa melakukannya," urai Kas.

Penulis : Hendra Kusuma
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Sabtu, 29 September 2012 10:42 WIB

Kas Usul TC di Solo



PALEMBANG -- Mundurnya jadwal kompetisi ternyata membuat pelatih Kas Hartadi juga "menyetel" ulang jadwal dan program latihan yang dimilikinya. Termasuk beberapa laga uji coba yang disiapkan untuk diikuti skuad Jakabaring sebelum memulai kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013 Januari mendatang.

untuk jadwal uji coba yang sebelumnya direncanakan akan berlangsung pada Oktober, dimundurkan setidaknya satu bulan sebelum kompetisi yaitu pada bulan Desember mendatang. Dengan demikian, mantan pemain Arseto Solo ini mengatakan tim yang diasuhnya akan lebih siap untuk mengarungi kompetisi.

"Kami mundurkan karena liga juga dimulai pada Januari nanti. Waktu satu bulan untuk training camp (TC) sekaligus menjalani laga uji coba akan cukup sebelum memulai kompetisi. Namun ini baru sebatas usulan yang akan kami sampaikan kepada manajemen untuk ditindaklanjuti nanti," ujarnya.

Bersama jajaran pelatih yang ada, Kas mengusulkan Solo menjadi tempat TC skuad Jakabaring nanti. Bukan tanpa sebab, karena memang kota di Jawa Tengah tersebut memiliki akses mudah ke kota sekitar yang memiliki tim sepak bola berkualitas. Selain persis Solo, Sriwijaya FC akan menghadapi PSIM Jogjakarta, PSIS Semarang, Diklat Salatiga dan Persiba Bantul.

"Kalau bulan November dilakukan TC maka akan terlalu bagi pemain sebelum memulai kompetisi. Saya berharap, tidak lama setelah TC dan laga uji coba dengan beberapa klub tersebut, kita akan langsung memulai bermain dikompetisi," pungkasnya. (cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 29 September 2012

Uji Coba Pertama Reyes



PALEMBANG -- Ruben Reyes Diaz tampil cukup imprestif saat menjajal rumput Gelora Jakabaring. Pemain yang sebelumnya penah memperkuat Villarreal pada 2002 lalu tersebut menunjukkan gaya pemain khas Eropa dipadu dengan skill di atas rata-rata. Reyes juga terlihat berbeda kala berada di lapangan, maklum sebagai gelandang ia memiliki perawakan yang cukup tinggi, hingg 189 cm.

Pemain yang ditawarkan oleh Eddy Syahputra yang berbendera Ligina Sportindo tersebut berjanji akan menunjukkan yanng terbaik selama proses seleksi. Keinginan juga cukup besar untuk bergabung dengan tim juara Indonesia Super League (ISL) musim kompetisi 2011-2012 ini. Sehingga dirinya yakin bila menujukkan yang terbaik maka akan ada kesepakatan positif mengenai masa depan tim Laskar Wong Kito.

"Agenmengatakan kepada saya untuk datang ke sini dan mengikuti seleksi yang ada. Untuk itulah saya berda di sini. Saya akan menunjukan yang terbaik selama di sini, karena memang menurut agen, Sriwijaya FC merupakan salah satu tim terbaik yang ada di kompetisi di sini (Indonesia)," ujarnya saat ditemui sebelum sesi latihan dimulai.

Pemain kelahiran Gijon, Spanyol 5 Januari 1979 tersebut mengaku akan mengambil kesempatan yang ada untuk menjadi salah satu penggawa skuad Jakabaring musim depan. Oleh sebab itu, dirinya optimis dengan proses seleksi yang diikutinya. Sehingga apabila memang nanti dirinya mencapai kesepakatan dengan manajemen, maka dirinya akan segera memboyong keluarga ke Palembang.

"Saya belum dapat memastikan sejauh ini, namun saya senang dengan kesempatan yang diberikan. Saya berharap dapat hasil positif dari sini, karena kalau memang sudah terjadi kesepakatan, saya akan membawa keluarga ke sini untuk menemani saya," ujarnya.

Reyes sendiri tiba di Palembang pada kemarin siang dan langsung ikut berlatih pada sore harinya.

Ia datang bersama Rivaldi Andiaz pemain lokal yang berposisi sebagai gelandang bertahan yang juga berada dibawah naungan Ligina Sportindo. Pemuda 22 tahun yang pernah bermain untuk PSSB Bireun, Aceh tersebut juga berposisi sebagai gelandang, namun lebih cenderung bertahan.

Menurut Eddy, sang agen, Rivaldi memiliki umpan yang terukur dan tendangannya yang keras. Meski masih berusia muda, Revaldi tidak akan sungkan untuk bertarung dengan pemain yang lebih berpengalaman. "Dia memang punya kualitas, hari ini saja dirinya dipanggil untuk bergabung dengan timnas IPL. Waktu tiga hari saya pikir cukup untuk melihat kemampuannya karena memang sebagai pemain muda dirinya telah memiliki kematangan permainan. Saya yakin jika kelak dirinya akan mampu menjadi penerus salah satu gelandang terbaik tanah air, Ponaryo," imbuhnya.

Sementara itu, pelatih Kas Hartadi tidak mau terlalu banyak bicara mengenai pemain asing yang kembali datang untuk mengikuti seleksi kali ini, Reyes. Meski belum memiliki satu pun pemain asing dibawah asuhannya musim ini, Kas tetap akan melihat terlebih dahulu kemampuannya sebelum memberikan rekomendasi kepada manajemen.

"Kami akan memberikan waktu baginya untuk menunjukkan permainannya. Seperti yang kami lakukan dengan beberapa pemain sebelumnya. Setelah itu baru kami dapat menilai apakah dia memang pemain yang dibutuhkan bagi tim atau tidak. Lagi pula kompetisi masih lama dimulai, jadi kita masih punya waktu untuk lihat yang terbaik," ujarnya.

Terkait posisi Reyes yang sama dengan Erick Weeks sebagai gelandang, Kas tidak ambil pusing, meski dirinya mengakui akan lebih senang memilih pemain yang telah mengenal kompetisi yang ada di Indonesia. Namun dirinya tidak menutup kesempatan bagi sang pemain untuk tetap ikut dalam seleksi, maklum Weeks juga belum ada kepastian dengan Sriwijaya FC. "Kalau disuruh memilih, saya akan lebih senang pemain yang telah mengenal kompetisi kita, kerena mereka akan lebih mudah beradaptasi. Namun saya tidak akan kesempatan bagi pemain lain. Lagi pula, hingga saat ini, Weeks juga belum tiba di sini," tandasnya. (cj1/cj18/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 29 September 2012

Ruben Reyes Diaz Rebut Hati Kas


Seleksi — Mantan pemain Villareal ikuti seleksi pemain Laskar Wong Kito, Sriwijaya FC, Ruben Reyes Diaz di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (28/9). Ruben pada latihan tersebut diposisikan sebagai second striker.

Pemain asal Spanyol, Ruben Reyes Diaz yang ingin mencoba peruntungannya dengan melamar dan mengikuti seleksi di Sriwijaya FC. Ia mengaku belum ingin memboyong anak istrinya ke Palembang mengingat kepastiannya untuk diterima di SFC masih belum begitu jelas. Karenanya ia bertekad meyakinkan pelatih Kas Hartadi selama seleksi.

Diperkirakan dia akan lebih lama di Palembang, karena Kas ingin benar-benar memastikan kualitasnya saat SFC melakoni laga ujicoa 20-27 Oktober.”Saya ke sini untuk mengikuti seleksi SFC. Saya tahu klub ini dari agen saya (Edisyah) yang memberitahukan bahwa SFC adalah tim yang bagus,” katanya ramah ketika ditemui di Mess Pertiwi Jl Bay Salim Batubara, Sekip Pangkal, Palembang, Jumat (28/9) sore.



Memulai pembicaraan saat diwawancarai wartawan, mantan pemain Villareal ini, sangat fasih mengucapkan ‘nice to meet you’ (senang bertemu dengan mu). Namun, setelah ditanya lebih jauh, ternyata Reyes baru belajar juga bahasa Inggris.

Jadi logat sehari-hari yang biasa digunakannya selama ini adalah bahasa Spanyol. Meski begitu, perbincangan tetap berlangsung dengan sebisanya dan cukup bisa untuk dimengerti.

“Saya baru tiba hari ini (kemarin, red), kondisi cukup baik dan tidak ada masalah. Saya akan bermain sebaik mungkin dalam seleksi ini, supaya dapat diterima menjadi bagian SFC musim depan,” katanya sebelum pergi untuk mejalani latihan perdananya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ).

Sebelumnya, Edisyah mengatakan bahwa Reyes ini sudah tiba di Indonesia (Jakarta) sejak Rabu (26/9) kemarin. Perjalanan yang jauh dari Spanyol ke Jakarta membuat pemain ini tidak langsung menuju ke Palembang. Ia sempat istirahat satu hari pada Kamis (27/9) dan melakoni laga uji dengan bermain bersama Makassar All Star.”Ruben ini sudah kita lihat saat pertandingan, dan terlihat tekniknya sangat baik. Ia cocoknya berperan sebagai second striker, nanti mas bisa lihat sendiri kualitasnya,” ucap Edisyah.

Selain mendatangkan Reyes, Edisyah juga berujar turut mengikutsertakan satu pemain lokal lainnya, yakni Revaldi Andiaz untuk menjalani seleksi. Ia mengetahui bahwa, SFC sedang mencari gelandang bertahan, dan barangkali SFC berjodoh dengan Randias ini. Lagipula usianya masih cukup muda yakni 22 tahun dan memiliki skill yang sangat baik. Tipenya pekerja keras dengan selalu bergerak dan juga umpan-umpannya terukur.

“Musim lalu dia bermain di PSSB Bireuen Aceh, dan bakatnya ini sudah dilihat PSSI (versi Djohar) untuk bergabung dengan Timnas IPL. Pemuda ini bisa jadi calon pengganti Ponaryo di masa depan,” promosinya.

Paling tidak Edisyah meminta waktu tiga hari supaya pemain yang dibawanya ini, bisa nyetel dengan SFC. Hari pertama dianggapnya sebagai ajang untuk adapatasi terlebih dahulu dengan para pemain SFC lainnya.

Memasuki hari kedua, diharapkan sudah mulai kompak ataupun padu dengan skema permainan yang diterapkan pelatih. ”Baru setelah itu keluar deh skill-nya yang sesungguhnya. Apalagi Rivaldi ini dikenal dengan tendangan kerasnya,” jelas Edisyah meyakinkan.

Sementara, Kas Hartadi mengungkapkan tidak akan percaya begitu saja dengan pemaparan yang disebutkan Edisyah. Pemain-pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia tentu akan dilihat dulu kualitasnya, meski latar belakangnya sudah pernah membela klub-klub besar. Apalagi kabarnya, Reyes ini pernah mengalami cedera selama satu musim, jadi otomatis dalam proses perekrutannya tidak akan cepat diambil keputusan.

“Kita tidak ingin terburu-buru dalam perekrutan pemain ini. Paling tidak kita baru bisa memutuskan Reyes ini diterima atau tidak saat kita menjalani laga uji coba melawan Selangor FA dan tim lainnya pada 20-27 Oktober mendatang,” kata mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian ini.

Uji coba ini diperlukan untuk melihat sejauh mana kualitas permainan dari pemain-pemain seleksi ini. Masalahnya kalau hanya ikut bergabung dalam latihan saja ia belum bisa mematikan bagaimana tipe permainannya.”Kita tidak bisa jadikan tolak ukur kalau hanya ikut latihan saja. Diperlukan laga uji coba dengan lawan yang kompetitif untuk mengukur kemampuannya dan kekompakannya dengan pemain lain. Kalau kita hanya melawan Tim SPC (Sriwijaya Press Club) pada besok (hari ini, red) pagi tentu tak menjadi ukuran,” candanya sembari tertawa. (cw2)

Sriwijaya Post, Sabtu, 29 September 2012

Jumat, 28 September 2012

Segera Lunasi Tunggakkan


KARENA GAJI: Mantang geladang Sriwijaya FC, Lim Jun Sik pilih pindah ke Persipura karena masalah gaji dua yang belum dibayar

PALEMBANG - Akhirnya manajemen Sriwijaya FC angkat bicara mengenai penunggakan gaji pada para pemain selama dua bulan sisa musim lalu. Hal tersebut dipertegas Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Hendri Zainuddin lewat akun twitter pribadi miliknya @hendrizainuddin, kemarin, (27/9).

"Memang benar Sriwijaya FC menunggak gaji sebanyak dua bulan kepada pemain (dua bulan setelah kompetisi selesai)," bilang Hendri (sapaan akrabnya). Tapi, pengelola Sriwijaya FC berjanji akan segara mencari jalan keluar. Termasuk solusi mencarikan dana buat melunasi kewajiban mereka. "Manajemen meminta kepada pemain harap bersabar, dalam waktu dekat semua akan di lunasi," lanjut anggota DPRD Banyuasin ini.

Terlebih Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) sebelumnya tidak pernah punya masalah soal honor pemain. Dari pertama berdiri pertengahan Oktober 2004 dan sudah banyak mengukir prestasi salah satunya double winner (juara Liga Indonesia dan copa Indonesia) edisi 2007/2008.

"Belum pernah ada sejarahnya manajemen Sriwijaya FC tidak memenuhi kewajibannya kepada pemain. Semua dipenuhi haknya dan tak ada sangkutan dengan pihak manapun," lanjutnya.

Bahkan politisi PKS ini berdalil akan sangat berdosa bila melalaikan kewajiban untuk menunasi hak orang lain. Tidak terkecuali tunggakan gaji pemain bola. "Dalam agama Islam pun telah jelas, adalah dosa besar bagi orang-orang yang melalaikan kewajibannya untuk memenuhi hak orang lain," terang dia.

Sekadar memberi tahu soal penunggakan gaji baru terkuak lewat nyanyian penjaga gawang Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu. Kiper yang menjadi buruan Persipura Jayapura ini engan perpanjang kontrak sebelum haknya (tunggakan gaji) dilunasi. Hal serupa juga terjadi pada Lim Jun-Sik (Korea Selatan) dan Thierry Gathuessi yang dikabarkan belum mau ke Palembang gara-gara gaji musim lalu belum beres.

Lantas siapa saja pemain Sriwijaya musim depan? Mengingat kini baru sebelas pemain sudah lakukan tanda tangan kontrak sepihak. Sebut saja M Fakhruddin, Sultan Samma dan Aliyudin. "Soal perekrutan akan dibahas di lain waktu," tutup dia. (ion/ce3)

Sumatera Ekpres, Jumat, 28 September 2012

Kamis, 27 September 2012

Lunasi Gaji, Baru Teken



JAKARTA -- Ferry Rotinsulu menegaskan tetap akan bertahan di Sriwijaya FC dalam Indonesia Super League (ISL) 2012/2013. Namun, hingga kini kiper andalan tim berjuluk Laskar Wong Kito itu belum teken kontrak. Kenapa? Ferry memiliki alasan sendiri kenapa belum mau membubuhkan tanda tangan kontrak bersama Sriwijaya FC. Pengganjal yang paling utama adalah belum dilunasinya gaji musim lalu. Ferry bersama pemain lainnya diikat kerja sama sampai September ini.

"Manajemen masih belum bayar dua bulan sisa gaji. Saya gak tahu dengan yang lain. Bagaimana mau teken kontrak baru jika kerja sama yang lama masih menyisakan tunggakan," ungkap Ferry kemarin (26/9).

Ferry tak menampik memang ada godaan dari klub-klub ISL yang mau memakai tenaganya. Salah satunya Persipura Jayapura. Klub asal Papua itu menawarkan nilai kontrak fantantis yang pasti di atas harga yang ditawarkan Sriwijaya FC. Namun, Ferry menegaskan tak akan pindah klub. Sebab, dia prioritaskan Sriwijaya FC apapun yang terjadi. Makanya, dia menolak rayuan Persib Bandung yang berharap servisnya. Hingga akhirnya tim Maung Bandung itu alihkan bidikan ke I Made Wirawan.

"Kalau saya dicap mata duitan, saya tentu sudah pergi dari dulu. Banyak klub yang menawarin saya gabung, tapi buktinya saya tetap di Sriwijaya FC sampai saat ini. Hanya saya berharap ada keseriusan dari manajemen," ungkapnya. Selain keseriusan, Ferry juga berharap ada kejelasan. "Jika dua bulan gaji dilunasi, saya akan tanda tangan. Saya butuh kejelasan saja," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Sriwijaya FC Augie Bunyamin menjelaskan, tidak masalah dengan tuntutan pemain. Terkait pelunasan dua bulan gaji. Sebab, itu sudah menjadi hak pemain. "Kewajiban kami untuk melunasi gaji pemain yang sempat tertunggak Agustus dan September. Kami akan selesaikan 2-3 hari ini. Semoga semua berjalan sesuai harapan," ujar Augie.(kmd/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 September 2012

Liga Diundur, Pemain Diliburkan



PALEMBANG -- Pelatih Kas Hartadi berencana mempersiapkan jadwal libur bagi anak asuhnya. Hal ini dilakukan lantaran perkembangan terbaru seputar bergulirnya kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012-2013 Januari mendatang. Waktu yang cukup lama memang harus diisi dengan latihan yang matang serta melakukan laga uji coba. Nanum demikian, menurutnya para pemain juga harus diberikan libur untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan yang mungkin ada.

"Kalau memang kompetisi dimulai pada Januari, maka pemain tentu akan diberi waktu untuk berlibur. Setelah berlatih lama, maka pemain perlu untuk refreshing dan bertemu dengan keluarga agar nanti pikiran tenang dan mampu untuk memberikan yang maksimal," ujarnya.

Mantan pelatih SYSA Muba ini menambahkan, hal inilah yang menjadi kunci bagi seorang pemain bola. Pikiran yang tenang kala berada di dalam lapangan baik brlatih maupun bertanding, akan memunculkan kualitas terbaik yang dimiliki.

Resep ini terbukti manjur. Di musim sebelumnya, pelatih asal Solo ini telah mempersembahkan gelar juara bagi masyarakat Sumsel. Dengan menciptakan suasana yang tenang dan kondusif di tubuh tim. "Pikiran itulah yang harus kita jaga sebagai seorang pemain. Dengan pikiran tenang, apa pun dapat dilakukan. Dan di musim sebelumnya itulah salah satu kunci kita dalam meraih juara. Saya ingin hal tersebut juga berlaku saat ini," lanjut mantan pemain Arseto Solo ini.

Namun untuk musim depan menjadi tantangan tersendiri bagi Kas. Bagaimana tidak formasi Sriwijaya FC musim depan banyak berubah. Muka lama yang mengikuti sesi latihan di Jakabaring hanya tinggal tersisa beberapa orang, diantarannya, Mahyadi Pangabean, Ahmad Jupriyanto, Rifky Modomopit, Khoirul Huda, M Sobran dan Andi Irawan. Dua pemain lainnya, Ponaryo Astaman dan Ferry Rotinsulu masih berada dalam tahap negosiasi.

"Sekarang ini saya sedang dihadapkan dengan kondisi skuad yang terdiri dari pemain baru. Jadi saya akan lihat bagaimana perkembangan tim yang saya besut dan memang ini membutuhkan persiapan," tuturnya. (cj1/cj18/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 September 2012

Lanjutan Ujian Ducati di Aragon



ARAGON -- Balapan MotoGP di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, San Marino, dua pekan lalu, memberikan banyak arti bagi tim Ducati. Untuk kedua kalinya di musim ini, mereka meraih podium melalui posisi kedua yang didapatkan Valentino Rossi. Itu juga jadi podium pertama dalam balapan yang berlangsung dilintasan kering.

Sejak ditinggalkan Casey Stoner di akhir musim 2010, podium memang jadi barang langkah bagi Ducati. Rossi juga tak bisa mengangkat tim pabrikan asal Italia itu dalam dua tahun terakhir. Dua podium sebelumnya, dia raih saat balapan berlangsung di lintasan basah.

MotoGP Aragon, Spanyol akhir pekan ini akan menjadi ajang pembuktian bagi Ducati bahwa hasil pengembangannya dapat bekerja lebih baik. Rossi sudah menggunakan sasis dan swingram terbaru di San Marino. Satu bukti kesuksesan sudah didapatnya dengan meraih posisi kedua.

Dalam komponen tersebut memang hanya pernah dicoba di San Marino. jadi, bisa dimaklumi jika Ducati sudah memiliki data yang baik di sana. Ujian sebenarnya justru muncul di Aragon akhir pekan ini. Sirkuit Motorland Aragon akan menjadi tempat pembuktian apakah kudua perangkat tersebut memang lebih baik. "Kami datang ke Aragon dengan positif usai hasil podium di San Marino. Namun, kami menyadari bahwa setiap balapan memiliki cerita tersendiri," ujar Rossi.

Dua pekan sebelum balapan di San Marino, Yamaha dan Honda melakukan uji coba di Aragon. Namun, Ducati memilih absen menjalani uji coba di sirkuit tersebut. Tapi, mereka menggantinnya dengan uji coba di San Marino.

Menurut Rossi, Aragon memiliki lintasan yang cepat dan menantang, Satu faktor penting lainnya adalah mengatur daya tahan ban di tikungan.

"Berdasarkan hal-hal tersebut, kami menjajal swingram yang lebih baru lagi di uji coba terakhir. Saya sangat menyukainya karena menghasilkan grip lebih banyak dan beban pada ban semakin sedikit," lanjutnya. "Aragon merupakan kesempatan untuk memahami apakah performa kami memang benar-benar sudah meningkat," tegasnya.

Sirkuit Aragon termasuk salah satu yang membuat penasaran Rossi. Dia belum pernah menang di sana. Hasil terbaiknya di posisi keenam pada musim 2010 saat masih bersama Yamaha. (ady/ce5)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 September 2012

SFC akan Ujicoba ke Pulau Jawa



PALEMBANG - Sriwijaya FC sudah memiliki 12 pemain lokal yang baru saja bergabung. Manajemen hanya perlu mengamankan kiper Ferry Rotinsulu dan Ponaryo Astaman, dua kapten Laskar Wong Kito musim 2011/2012.

Kas hanya menunggu lima pemain asing yang dijanjikan manajemen untuk bergabung, sehingga kini menyiapkan program training camp ke Solo atau Surabaya.

"Jelasnya ke Jawa. Bisa saja ke Solo, Surabaya. Jelasnya ke Pulau Jawa. Bisa saja ke Jakarta. Karena memiliki banyak klub-klub baik di Divisi Utama, Divisi I, atau juga ISL, sehingga kita dengan mudah bisa melakukan ujicoba kapan pun," jelas Pelatih Kas Hartadi kepada Sripoku.com, Kamis (27/9/2012).

Menurut Kas, jika melakukan TC di Palembang, maka SFC akan kesulitan mencari lawan tanding, untuk ujicoba. Karena Sumsel minim klub amatir ataupun profesional.

"Tidak ada klub yang sepadan melakukan ujicoba. Itu yang membuat saya merencanakan program ujicoba ke pulau Jawa. Di sana akan banyak klub yang bisa diajak ujicoba," jelas Kas Hartadi.

Penulis : Hendra Kusuma
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Kamis, 27 September 2012 12:09 WIB

Beladas Berharap Ferry-Popon Tetap Bela SFC



PALEMBANG - Bela Armada Sriwijaya menyikapi secara bijak kondisi yang terjadi di tubuh Sriwijaya FC. Sebagai pemain profesional sudah selayaknya Ferry Rotinsulu dkk menuntut haknya karena sudah tertera di dalam kontrak hingga September, namun di lain sisi, Beladas tetap memberikan support kepada manajemen agar bisa melunasi gaji para pemain.

"Kami memaklumi apa yang kini tengah diperjuangkan SFC. Namun juga berharap gaji pemain dilunasi. Saya yakin manajemen profesional dan bisa melunasi kewajiban, karena dari tahun-tahun sebelumnya, semua kewajiban klub dan hak pemain dipenuhi, begitu juga saat ini," jelas Ketua Beladas Korwil Simanis, Qusoy SH kepada Sripoku.com, Kamis (27/9/2012).

Karena, lanjut Qusoy, apa pun itu sebagai suporter dia tetap mendukung SFC sampai mati, apa dan siapapun pemain yang ada di dalamnya. Namun dia tetap berharap dengan kejadian Ferry dan Popon tetap mau membela SFC di musim 2012/2013 dan manajemen juga bisa mempertahankan para pemain bintangnya.

"Seperti Ferry, saya pikir adalah wong Sumsel dan dia sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SFC. Makanya kami harap dia tetap di SFC. Begitu juga Popon yang kapten tim," jelas Qusoy.

Qusoy pun menilai, wajar jika ada beberapa pemain hengkang karena mereka sudah menjadi bintang tatkala membawa SFC juara. Dunia profesional memang harus dimaklumi ketika ada yang datang dan pergi, bukan karena uang semata, tetapi lebih kepada profesi.

"Walaupun gaji dua bulan itu sebenarnya bisa dikatakan dua bulan sesudah kompetisi dan pemain tidak bermain untuk SFC, tetapi sesuai perjanjian kontrak, tetaplah itu hak pemain. Karena mereka memiliki keluarga, anak, dan istri yang dihidupi. Pekerjaan mereka juga dari sepak bola. Intinya apapun itu kami berharap sekali Ferry dan Popon tetap bertahan dan kami tetap mendukung SFC sampai kapan pun tidak peduli siapa pemain dan pelatih serta manajemennya, karena SFC milik dan kebanggan masyarakat Sumsel," jelas Qusoy.

Penulis : Hendra Kusuma
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Kamis, 27 September 2012 15:56 WIB

Rabu, 26 September 2012

Resah Belum Ada Legiun Asing

PALEMBANG -- Kehilangan pemain pilar musim lalu membuat pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi harus mempersiapkan timn dari awal lagi. Tugas ini semakin berat apalagi kompetisi Indonesia Super League (ISL) tidak lama lagi akan digeber. Laskar Wong Kito setidaknya masih membutuhkan delapan hingga sembilan pemain lagi termasuk lima pemain asing di dalamnya.

Dari skuad musim lalu, kini yang tersisa hanya Achmad Jufrianto, Mahyadi Pangabean, Rivky Mokodompit dan Khoirul Huda yang baru mengikat kontrak. Hal ini tidak sebanding dengan target yang diusung oleh Presiden Klub Dodi Reza beberapa waktu lalu untuk tetap mempertahankan juara ISL musim depan.

"Untuk tim, memang saat ini kami masih membutuhkan pemain belakang yaitu bek kanan dan kiri, satu orang pemain yang berposisi sebagai gelandang serta lima orang pemain asing karena sejauh ini belum ada pemain asing yang bergabung dengan tim. Jika semua yang dibutuhkan telah ada, maka kita akan siap untuk arungi kompetisi," ujar pelatih Kas Hartadi.

Oleh karena itu, mantan pelatih SYSA Muba ini belum mau bicara muluk mengenai target yang akan diusung, sebab pemain yang bergabung dalam program latihann yang dipimmpinnya saja masih merupakan gabungan antara Sriwijaya FC senior dan Sriwijaya FC U-21.

Meski telah mendapatkan beberapa pemain lokal baru untuk memperkuat tim di musim depan, Kas berharap negosiasi yang masih dilakukan oleh manajemen dengan beberapa pemain lagi akan segera menemui titk terang. Barulah dirinya akan angkat bicara mengenai target.

"Memang harus diakui berapa pemain pembentukan tim yang dilakukan saat ini memang belum sempurna karena masih menunggu beberapa pemain lagi yang dibutuhkan. Kami tentu berharap semua (negosiasi) segera selesai sehingga dapat benar-benar menerapkan pola latihan pra kompetisi," ungkapnya.

Terkait pebentukan tim baru, dirinya mengatakan akan membutuhkan banyak laga uji coba. Musim ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi penggemar Eric Cantona tersebut apakah benar-benar mampu untuk meramu strategi dengan beban target baik dari manajemen maupun dari supporter Sriwijaya FC.

"Kalau kabar mengenai kompetisi yang dimulai pada bulan Januari tahun depan iitu benar, maka kita memiliki waktu yang cukup banyak untuk mempersiapkan tim. Begitu pula dengan uji coba, semakin sering dilakukan maka akan semakin mudah untuk melihat kualitas pemain yang tepat untuk musim depan," pungkasnya. (cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Rabu, 26 September 2012

Nego Alot F-12-Popon


MASIH NEGO: Ponaryo Astaman masih melakukan negosiasi dengan manajemen Sriwijaya FC sebelum tanda tangan kontrak

11 Pemain Kontrak Sepihak

PALEMBANG -- Manajemen Sriwijaya FC melakukan langkah cepat dengan mengikat pemain lokal. Sebanyak 11 pemain diantaranya Rifky Deython Mokodompit, Achmad Jufriyanto, Mahyadi Pangaabean, Sultan Samma, Muhammad Fakhrudin, Taufik Kasrun, Khoirul huda, Aliyudin, M Sobran, Andi Irawan, Tantan dan Abdul Rahman sudah mendapat kepastian di tubuh Sriwijaya FC musim depan.

Namun dua pilar utama Laskar Wong Kito, Ferry Rotinsulu dan Ponaryo Astaman tidak menampakan batang hidungnya saat tanda tangan kontrak sepihak kemarin di sekretariat Sriwijaya FC di kompleks Palembang Square.

Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi membenarkan jika F-12 sebutan Ferry dan Ponaryo "Popon" Astaman tak bergabung dalam acara teken kontrak kerja tersebut. "Ferry dan Ponaryo masih dlam proses negosiasi bersama manajemen. Semoga prosesnya berjalan lancar sehingga kedua pemain dapat tetap berseragam Sriwijaya FC musim depan," jelas ayah Eric Cantona ini.

Berbeda dengan satu pemain yang bergabung dalam Timnas versi KPSI, Abdul Rahman. Mantan bek Semen Padang sudah lakukan tanda tangan kontrak. "Abdul Rahman sudah teken kontrak jadi bisa dipastikan dia akan bermmain untuk Sriwijaya FC musim kompetisi mendatanh," tambahnya.

Ponaryo, Ferry dan Abdul Rahman sendiri dalam wakktu dekat akan kembali bergabung pada TC Timnas di Batu Malang. Untuk diketahui, Ponaryo selain sebagai kapten tim, Ponaryo juga akan diproyeksi sebagi asisten pelatih. Sedangkan Ferry Rotinsulu merupakan pemain paling senior di skuad Bumi Sriwijaya dan sudah menjadi ikon bagi klub cukup vital untuk tim. "Mungkin besok mereka akan pergi meninggalkan Palembang untuk kembali bertolak latihan bersama Timnas," lanjutnya.

Hadir pula pada penandatangan kontrak Direktur Keuangan PT SOM, Augie Bunyamin dan Sekretaris SFC, Faisal Mursyid. Namun sang Presiden Klub, Dodi Reza Alex dan Direktur Teknik dan SDM, Hendri Zainuddin tidak hadir.

"Penandatangan kontrak ini baru sepihak yaitu dari pemain terlebih dahulu karena masih menunggu tanda tangan dari Pak Dodi selaku Presiden Klub. jadi kepastiannya nanti setelah Presiden Klub sacara resmi menandatangani berkas kontrak kerja tersebut," beber mantan pelatih SYSA Muba ini.

Sementara itu striker anyar Sriwijaya FC, Tantan mengaku sangat senang telah mendapatkan kepastian kontrak. Mantan pemain Persitara Jakarta Utara ini berharap bisa menuai sukses bersama skuad Jakabaring musim depan. "Senang banget sudah mendapatkan kepastian kontrak bersama Sriwijaya FC. Saya sendiri akann memberikan yang terbaik bagi Sriwijaya FC," ujar Tantan singkat. (cj18/ce3)

Sumatera Ekspres, Rabu, 26 September 2012

Senin, 24 September 2012

Latihan di Tengah Kabut Pekat



PALEMBANG - Kabut asap pekat tidak menyurutkan niat para pemain Sriwijaya FC untuk berlatih, Senin (24/9/2012).

Mereka melakukan joging di Kompleks Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang diselimuti kabut asap dari pembakaran lahan.

Kecerian tetap terlihat saat kamera Sriwijaya Post (Sripoku.com) diarahkan membidik mereka yang sedang latihan.

"Ya gimana lagi Mas, apa karena kabut ini latihan distop. Kan tidak mungkin," ujar Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi, ketika ditanya Sripoku.com saat mengawasi anak asuhnya latihan.

------------------------------------
Penulis : Syahrul Hidayat
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Senin, 24 September 2012 15:41 WIB







Sabtu, 22 September 2012

Resmi Lepas Lim



PALEMBANG -- Manajemen Sriwijaya FC resmi melepas Lim Jun-Sik. Gelandang bertahan asal Korea Selatan (Korsel) itu tidak lagi diperpanjang kontrak karena lambat memberi keputusan mengenai masa depannya.

Sebagaimana diketahui hingga kemarin (21/9) Lim (demikian biasa dia disapa) belum juga memberikan jawaban. Padahal dia menjadi salah satu prioritas Laskar Wong Kito buat dipertahankan untuk arungi musim kompetisi 2012/2013.

Keputusan untuk tidak bekerjasama dengan Lim diumumkan Augie Bunyamin Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC. Tepatnya setelah Augie (sappan akrabnya) usai melakukan komunikasi dengan Lim via ponsel.

"Saya sudah hubungi Lim. Namun Lim tidak bisa kasih kepastian. Lim sudah tidak bekerjasama lagi dengan kita. Mulai sekarang (kemarin, red) kami resmi melepas Lim dan akan segera mencari penggantinya," bilang bos Hotel Swarna Dwipa Palembang ini.

Sebagai pengganti Lim, tim kuning-kuning siap mendatangkan Seiji Kaneko. Seperti diuatarakan Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin pihaknya secara intens bakal melakukan pendekatan pada pemain serba bisa asal Jepang yang musim lalu berkostum Mitra Kutai Kertanegara (Mitra Kukar) ini.

"Koneko (Seiji) berposisi sama seperti Lim. Koneko juga bisa main di posisi full bek seta bek kiri. Jadi tidak masalah bila kita melepas Lim dapatkan Koneko," timpal anggota DPRD Banyuasin ini.

Pria berkaca mata ini mengaku tak banyak tahu alaasan ketidakpastian Lim. Apalagi pemilik jersey 4 ini sempat ditawari kontrak baru usai kompetisi sebelum kembali ke Negeri Ginseng (julukan Korsel). "Kami juga tidak tahu alasan Lim tidak mau lagi bermain di Sriwijaya," terang dia.

Lim menjadi pemain asing keempatyang dilepas tim yang ber-home base di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring ini. Sebelumnya manajemen telah mendepak Keith Jerome "Kayamba" Gumbs (ST Kitts and Nevis), Hilton Morierra (Brazil) serta Jamie Coyne (Australia). Kini tinggal menyisakan Thierry Gathuessi (Prancis) yang belum juga kasih kepastian dan berpeluang untuk hengkang.

Sebelumnya tim double winner edisi 2007 itu juga ditinggal tiga pilarnya ke Persib Bandung. Masing-masing Firman Utina, M Ridwan serta Supardi Nasir. "Kami tetap optimis meski komposisi pemain inti banyak alami perubahan," sambung asisten pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan. (ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 22 September 2012

Msuk "Radar" Persipura



Ferry Tetap Bela Sriwijaya

PALEMBANG -- Persipura Jayapura mulai berburu amunisi buat hadapi musim kompetisi 2012/2013. Tak tanggung-tanggung empat pemain musim lalu membela Sriwijaya FC masuk dalam radar klub dengan sebutan Mutiara Hitam ini. Masing-masing penjaga gawang FFerry Rotinsulu, gelandang Liem Jun-Sik serta duet striker Keith Jerome "Kayamba" Gumbs dan Hilton Morierra.

Keempat pemain tersebut cukup santer dikaitkan dengan klub kebanggaan masyarakat Papua ini. Namun sayang, Ketua Umum Persipura Benhur Tommy Mano, belum berani memastikan nasib keempatnya. "Nanti saja semua akan tahu siapa saja yang bakal ergabung ke Persipura," ujar dia. seperti dikutif situs resmi Persipura.

Menurut Benhur (sapaan akrabnya) wajah-wajah baru skuad Mutiara Hitam musim depan namun baru akan diumumkan Oktober mendatang saat launching. "Makanya sekarang kami belum bisa kasih kepastian," tambah dia.

Mutiara Hitam berencana menggelar latihan perdana di Stadion Maandala, Jayapura, 28 September nanti. "Waktu yang ada harus benar-benar dimanfaatkan. Apalagi kami menginginkan gelar juara ISL. Sejauh ini, skuad tim juga hampir terbentuk," terang pelatih Persipura, Jacksen Ferreira Tiego.

Pelatih kelahiran Rio De Janeiro, Brazil, 28 Mei 1986 tersebut juga berencana menggelar pemusatan latihan. Uniknya, lokasi yang dipilih pun cuukup akrab, Batu, Malang, Jawa Timur. Lokasi di dataran tinggi dengan kadar oksigen minim serta memiliki udara sejuk tersebut diharapkan mampu mengasah kondisi fisik skuadnya.

"Memang masih dalam pertimbangan manajemen klub. Sebab, terdapat beberapa pilihan lokasi pemusatan latihan, yakni Bali, Manado atau Timika," sambung mantan pesepak bola Petrokimia Putra, PSM Makasar dan Persebaya Surabaya tersebut.

Terkait komposisi pemain yang kini sudah dikantongi, Jacksen menyebutkan jika terdapat beberapa perubahan. "Komposisi pemain yang ada, bisa dikatakan sudah baik. Karena itu, tinggal dimantapkan organisasi dan kerjasamanya," tuturnya.

Disisi lain sebelumnya Ferry mengaku masih tetap setia bersama Sriwijaya. Terlebih dia sudah menerima uang muka dari Laskar Wong Kito. Meskipun sebelumnya ia sempat dihubungi beberapa klub besar kontestan ISL. "Saya masih akan bertahan di Sriwijaya," tukas F-12 (julukan Ferry Rotinsulu). (ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 22 September 2012

Rabu, 19 September 2012

Jaga Rekor Pertahanan


Bek Tangguh: Mantan bek Persija Jakarta, Fabiano Beltrame (kanan) termasiuk salah satu bek terbaik di pentas Indonesia Super League (ISL)

Thierry Belum Pasti, Fabiano Jadi Pilihan

PALEMBANG – Sriwijaya FC menjadi tim yang memiliki barisan lini belakang yang cukup solid musim lalu. Meski demikian untuk menghadapi gelaran kompetisi musim depan Indonesia Super League (ISL), persiapan lini pertahanan Sriwijaya FC masih belum begitu sempurna.

Fabiano Beltrame, bek Persija musim lalu yang saat ini sedang dijajaki oleh manajemen Sriwijaya FC untuk menggalang lini bertahan musim depan. Pemain bertahan kelahiran Brasil, 29 Agustus 1982, yang cukup tangguh untuk menuntaskan pertarungan diatas lapangan. Ia juga cukup piawai menghalau bola-bola atas dan mampu menjaga kedalaman pertahanan.

Duet Fabiano bersama Thierry nanti akan membuat penjaga gawang cukup santai bekerja. “Memang benar, selama proses transfer ini, kami melakukan beberapa kali diskusi dengan agen pemain. Salah satu yang muncul adalah nama (Fabiano). Kami menyikapi positif saran tersebut. kalau memang nanti ada kesepakatan, kami harap ia dapat membantu tim, dan bekerja sesuai dengan kebutuhan tim,” kata Presiden Klub Dodi Reza melalui Dirtek PT SOM, Hendri Zainuddin. Hingga saat ini Sriwijaya FC sukses menggaet bek Abdul Rahman dari Semen Padang yang saat ini masih mengikuti TC Timnas KPSI di Batu Malang, dan Taufik Kasrun yang baru menjalin kesepakatan.

Sebagai informasi, di musim lalu, Sriwijaya FC merupakan tim yang paling sedikit kebobolan. Memasukkan 71 gol dan hanya kemasukkan 31 gol dalam 34 laga. Sriwijaya FC juga menciptakan rekor tak pernah terkalahkan saat bermain di kandang.

Untuk Thierry sendiri masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh manajemen dengan pemain keturunan Kamerun tersebut. Khusus untuk gaji, manajemen mengakui memang ada keterlambatan. Namun, hanya sebatas dua bulan gaji, dan itupun merupakan gaji saat usai kompetisi.

“Kami tentu juga menginginkan dia (Thierry) tetap bertahan. Namun akan segera diselesaikan apabila dia telah tiba disini. Sekarang kami masih menunggu, karena bukan hanya dengan dia, beberapa pemain lain juga akan kami selesaikan tanggung jawab (gaji) musim lalu dengan segera. Untuk bonus, semua sudah dapat, tinggal gaji saat mereka libur saja,” ungkapnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, bek bernomor punggung 6 tersebut mengakui bahwa dirinya masih ingin membela Sriwijaya FC di musim depan.. “Sejujurnya memang telah ada beberapa klub yang ingin saya bergabung, namun hati saya telah mengena dengan tim ini (Sriwijaya FC). Saya berniat untuk tetap di Sriwijaya FC musim depan. Saat ini masih ada beberapa hal yang harus diurus, baik oleh manajemen dan saya. Saya akan tunggu proses ini selesai sebelum saya kembali ke Palembang,” ungkap Thierry. (cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 18 September 2012

Selasa, 18 September 2012

Persiapan Fisik Maksimal

PALEMBANG -- Pelatih Kas Hartadi telah memulai latihan persiapan kompetisi kemarin (17/9). Meski ada beberapa pemain yang belum bergabung, namun pelatih asal Solo tersebut telah mempersiapkan forsi latihan bai tim juara, Sriwijaya FC ke depan.

Dalam latihan yang berlangsung di Gelora Sriwijaya Jakabaring tersebut, mantan pelatih Sriwijaya FC U-21 itu memberikan latihan games kepada Mahyudin Pangabean Cs. Ada pula penyerang yang baru direkrut, Aliyudin yang tampak antusias di latihan perdananya bersama skuad Jakabaring.

"Hari ini kita mulai latihan pra kompetisi. Semua terlihat senang dengan latihan hari ini. Kami memang telah mempersiapkan menu latihan untuk anak-anak namun memang masih ada beberapa pemain lain yang belum bergabung, tatapi hal itu bukan masalah. Yang jelas, kita akan lakukan persiapan maksimal untuk hadapi kompetisi nanti," unkapnya.

Bersama asisten Hartono Ruslan dan pelatih pejaga gawang, Indrayadi, Kas Hartadi memang berniat untuk kembali mempertahankan posisi juara musim ini seperti yang ditargetkan oleh manajemen. Namun, Kas tidak muluk. Terpenting baginya adalah mengembalikan performa fisik pemain dan aroma persaingan kompetisi bagi penggawa Sriwijaya FC.

"Kompetisi memang masih lama, namun perlu disiapkan fisik yang maksimal. Besok (hari ini, red) kami akan lakukan blip test untuk mengukur (daya tahan fisik) para pemain yang saat ini telah bergabung. Dari situ dapat dinilai kualitas fisik mereka, sehingga apabila kurang akan dapat ditingkatkan sebelum kompetisi dimulai," Katanya. (cj1/ce3)

Erick, Cucu, dan Samma Absen Latihan


PALEMBANG -- Ada yang berbeda saat sesi latihan Sriwijaya FC kemarin (17/9) di Stdion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Tiga pemain yang ikut seleksi Cucu Hidayat, Erick Setiawan, dan Sultan Samma tidak hadir dalam latihan skuad Laskar Wong Kito, sebutan Sriwijaya FC.

Menurut Kas Hartadi, pelatih Sriwijaya FC, Cucu dan Erick memang sudah terbukti kualitasnya. Namun itu semua tergantung manajemen Sriwijaya FC untuk mengontrak atau tidak. "Erick dan Cucu tidak ikut latihan lagi bersama Sriwijaya FC sejak kemarin. Keduanya masih menunnggu keputusan dari manajemen untuk dikontrak. Saya pribadi menganggap keduanya layak mengenakan kostum Sriwijaya FC musim depan," ungkap pelatih asal Solo ini kemarin.

Lebih lanjutmantan pemain Kramayudha Tiga Berlian (KTB) menambahkan, untuk Sultan Samma izin latihan karena masih ada sedikit urusan bersama klub lamanya, Persiba Balikpapan. "Sultan Samma baru akan bergabung latiihan lagi ketika urusan bersama tim lamanya selesai. Dia juga mengatakan pada saya bahwa dia ingin mencari suasana baru bersama SFC," jelas ayah dari Eric Cantona ini.

Sultan Samma sendiri belum resmi menandatangani kontrak bersama Sriwijaya begitupun Cucu dan Erick. Pada latihan kemarin juga masih terlihat pemain asing asal Kroasia, Veldran Muratovic yang sudah dinyatakan tidak memenuhi kriteria kebutuhan tim skuad Jakabaring. (cj18/ce3)

Totalitas Aliyudin



PALEMBANG --Kedatangan Aliyudin membuat pelatih Sriwijaya FC , Kas Hartadi punya tambahan opsi pemain lokal untuk lini depan. Mantan pemain Persib Bandung ini bakal di plot sebagai second striker Laskar Wong Kito, sebutan Sriwijaya FC musim depan.

"Dia (Aliyudin) pemain yang fleksibel, tidak sulit untuk beradaptasi di posisi wing ataupun penyerang, Begitu juga daalam latihan pertama ini, dia sudah membaur dengan pemain lain. Artinya di musim depan ada beberapa pilihan untuk penyerang," kata Kas Hartadi usai latihan kemarin (17/9).

Meski demikian, Kas tak menampik bahwa dirinya masih membutuhkan beberapa pemain lagi untuk menammbah daya gedor. Sembari menunnggu pemain yanng saat ini berada dalam proses negosiasi datang ke Palembang.

Bagi Aiyudin sendiri, dirinya senang merasa senang dan bangga dapat bergabung dengan tim sekelas Sriwijaya FC. Sempat bertemu di beberapa pertaandingan sebagai lawan, kini pennyerang kelahiran 7 Mei 1980 rsmi memperkuat Sriwijaya FC.

"Bergabung dengan tim sekelas Sriwijaya FC merupakan sebuah kebanggaan . Saya senang berada di sini. Bahkan di latihan pertama kali ini, teman-teman juga saling mendukung. Saya senang telah tiba di sini dan semoga saya dapat memberi yang terbaik," ungkapnya.

Pemain yang lahir di Cikeas, Bogor ini juga mengatakan akan memberikan permainan terbaiknya untuk Sriwijaya. "Saya akan bermain maksimal dan main total karena Sriwijaya merupakan tim besar di Indonesia," pungkas pemain Persikota Tangerang ini. (cj1/cj18/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 18 September 2012

Minggu, 16 September 2012

Sisakan Kuota Asia

PALEMBANG -- Persepam Madura United (P-MU) melangkah pasti menatap Indonesia Super League (ISL) musim kompetisi 2012/2013. Meski berstatus kontestan promosi, tidak membuat mereka ketinggalan soal perburuan pemain. Sebagai bukti, Laskar Sapeh Kerap (julukan P-MU) itu telah mengantongi 80 persen skuad.

Sebagaimana dikatakan Manajer P-MU, Achsanul Qosasi, pihaknya segera menyelesaikan perekrutan pemain. "Kini, tinggal kuota pemain asing Asia dan dua pemain lokal lagi. Untuk dua pemain Asia, yakni di posisi striker dan mindfielder. Sedangkan untuk dua pemain lokal yang sudah berpengalaman, untuk komposisi pemain non-Asia sudah cukup," ujar Qosasi, kemarin (16/9).

Tiga pemain impor yang dimaksud, masing-masing Mbom Julien, Ali Kadhafi, serta Osas Marveluos Saha. "Selain pemain asing, komposisi skuad P-MU bermaterikan pemain muda U-23, dan kolaborasi dengan pemain magang serta pemain senior," lanjut dia.

Masih kata dia, P-MU akan menggelar training center (TC) di Pantai Slopeng, Sumenep, Jawa Timur, pada akhir September. "Setelah itu, kami akan menjalani beberapa laga uji coba pada pada bulan Oktober melawan tim-tim dari Jawa Timur, seperti Gresik United atau Arema Indonesia," lanjut dia.

P-MU sudah menunjukkan kesiapannya setelah pada laga uji coba berhasil menumbangkan Persebaya Selection dengan skor 2-0 di Stadion A Yani, Sumenep, Minggu (9/9) lalu. Dua gol kemenangan mereka diborong Osas Marveluos Saha (eks striker PSMS Medan ISL), masing-masing pada menit ke-60 dan 87. (ion/ce4)

Sumatera Ekspres, Senin, 17 September 2012

Sabtu, 15 September 2012

Kas Tolak Hilton Kembali

PALEMBANG -- Head coach Sriwijaya FC Kas Hartadi secara terang-terangan menolak akan kembalinya Hilton Morierra. Sebagaimana diketahui belakangan striker asal Brazil tersebut telah mengtarakan niat buat kembali berjersey kuning-kuning. Pemain yang musim lalu menciptakan 18 gol bagi Laskar Wong Kito (sebutan Sriwijaya FC) itu rela menurunkan harga (tidak 1,9 M) seperti yang dipinta sebelumnya.

"Bukan saya tidak suka dengan Hilton (morierra). Bukan pula Hilton pemain tidak bagus. Semua tahu Hilton merupakan pemain yang memiliki skill individua bagus," ujar Kas kepada Sumatera Ekspres kemarin (14/9).

Lalu kenapa? Pos Hilton bakal diberikan pada playmaker anyar asal Persiwa Wamena Erick Weeks Lewis. "Secara kualitas Erick (Weeks) tidak kalah dari Hilton. Kalau kita sudah mendapatkan Erick saya kira tidak perlu lagi buat mengambil Hilton," lanjut mantan asisten Sriwijya FC U-21 dan SYSA Muba ini.

Terlebih kini yang dibutuhkan tim addalah penyerang bertipikal pembunuh (targetman), bukan playmaker maupun second striker. Sebab semenjak manajemen melepas Keiht Jerome "Katamba" Gumbs, hingga kini belum mendapatkan pengganti. Memang Sriwijaya sudah punya Tantan (striker lokal) namun kualitasnya tentu tidak sebanding dengan Kayamba yang musim lalu menjadi pemain terbaik ISL itu.

Edwar Junior Wilson penyerang Semen Padang yang diklaim tengah deal dengan tim double winner edisi 2007 itu juga tak kunjung memberikan kepastian. Bahkan baru-baru ini sang agen pemain Eddy Syahputra membenarkan jika pemainnya sudah menerima uang panjar Rp 100 juta dari Kabau Sirah (julukan Semen Padang).

"Jika sudah dapat Edu (sapaan Edwar Junior Wilson) jelas kami sangat senang, Edu akan menjadi pilihan tepat buat mengisi pos depan paska ditinggal Kayamba. Kontribusi Edu akan sangat besar bagi lini depan kami. Saya kira soal kualitas Edu tidak kkalah dengan Kayamba. Yang jelas Edu lebih muda dan energik," tutp dia. (ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 15 September 2012

Jumat, 14 September 2012

Pasti 20 September

JAKARTA -- Kepastian rapat Joint Commitee akhirnya jelas mendapatkan kata sepakat anggotanya. Rapat untuk kali kedua itu akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 20 September mendatang.

Pelaksanaan tugas (Plt) Sekjen PSSI, Hadiyandra, menjelaskan jika pengajuan yang telah dilakukan oleh pihaknya terkait terkait kesepakatan anggota Joint Commitee telah disetujui konfederasi sepak bola Asia, AFC. "Dari dua tanggal yang kami ajukan, disepakati oleh AFC pada 20 September. Itu sudah oke," katanya saat dihubungi kemarin (13/9).

Selain mendapatkan kepastian dari AFC, Hadiyandra juga menyebut jika ada perwakilan dari federasi sepak bola dunia FIFA, yang akan hadir. Dia yakin dalam rapat kedua yang sempat tertunda beberapa kali itu, nantinya ada perkembangan positif terkait rekonsiliasi persepakbolaan Indonesia.

Nah, dari lima agenda yang akan dibahas oleh Joint Commitee, Hadiyandra kembali menegaskan bahwa tidak akan membahas tentang masalah timnas dalam rapat kedua. Dia beralasan bahwa agenda itutidak terdapat dalam MoU yang sebelumnya ditandatangani oleh PSSI, PT Liga Indonesia, dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia. "Surat dari AFC itu isinya teguran, bukan untuk menegaskan pembahasan di rapat Joint Committee," tandasnya.

Ya, sebelumnya, memang sempat ada surat dari AFC yang intinya mempertanyakan tentang adanya pemain yang tidak bisa membela timnas karena dilarang oleh klubnya. Dan, salah satu isi surat darisurat tersebut, ternyata juga meminta agar masalah ini dicantumkan dalam rapat Joint Committee selanjutnya.

Namun, masing-masing kubu yang berselisih ternyata memiliki pendapat berbeda. Karenaitu, akhirnya lahirlah timnas tandingan yang dibentuk oleh PSSI La Nyalla Mattalitti dengan skuad dari pemain-pemain Indonesia Super League (ISL). Kondisi inilah yang memperpanas jalannya rapat Joint Committee. (aam/ce4)

Sumatera Ekspres, Jumat, 14 September 2012

Stop Buru Pemain

PALEMBANG -- Sriwijaya FC mulai menghentikan perburuan pemain, sekalipun komposisi pemain sejatinya belum lengkap. Ya, kini skuad Laskar Wong Kito (sebutan Sriwijaya FC) masih dihuni kurang dari 15 pemain yang remsi deal (meski belum tanda tangan kontrak).

Sebut saja Achmad Jufrianto, Mahyadi Pangabean, Tantan, Sultan Samma serta M Fakhuddin. Ditambah tiga pemain yang mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) Tim Nasional (Timnas) Indonesia senior versi PSSI Ancol proyeksi Piala AFF 2012 yakni Ferry Rotinsulu, Abdulrahman, dan Ponaryo Astaman.

Tentu bukan karena jadwal kompetisi belum resmi diliris PT Liga Indonesia selaku pengelola Indonesia Super League (ISL). Hal tersebut diungkap Direktur Teknik dan SDM PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Hendri Zainuddin. Lantas Apa? "Kecapekan, harus lebih sabar menghadapi tingkkah laku pemain. Berhenti dulu buru pemain," ujar dia kemarin (13/9).

Nanti tiba saatnya nanti anggota DPRD Banyuasin ini optimistis kuota kesebelasan Bumi Sriwijaya akan lengkap. "Dak usahlah diburu, gek datang dewek, (tidak perlu dicari nanti datang sendiri, red)," tambah pri berkacamata itu.

Perkataan Hendri ada benarnya. Sebab kini ada belasan pemain ikut ujian seleksi yang sudah digelar sejak Senin (10/9) lalu di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Nama-nama pemain top ikut nimbrung baik lokal maupun impor. Sebut saja Dipo Alam, Eric Setiawan, Cucu Hidayat serta striker asal Kroasia yang sempat membela Serawak FC (Lig Malaysia) Vendran Muratovic.

Kalau urusan pemain seleksi saya kembalikan sepenuhnya pada Mas Kas Hartadi (head coach Sriwijaya FC, red). Jika menurut Mas Kas bagus dan layak buat direkrut tentu saja akan kita ambil. Yang jelas kami ingin pemain terbaik hasil dari seleksi pemain ini," tutup pengusaha muda asal Peyeraman Ogan Ilir (OI) ini.

Sementara itu asisten pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan menambahkan, tim pelatih akan memberi waktu minimal satu minggu untuk melihat aksi pemain seleksi. Adapun pemain seleksi selain Claudio Dipo Alam, Cucu dan Erik juga ada Arwin, Febby, Wuwungan, Valentino, Syafri Umar, Hasan Basri, Lintang dan Tri Saputra.

"Kami tidak mau buru-buru buat memberikan rekomendasi atau kesimpulan dalam penilaian. Sabtu sore kami akan putuskan siapa-siap pemain yang lolos seleksi langsung bergabung dengan Sriwijaya FC, sementara bagi yang tidak lulus , kita ucapkan terima kasih karena sudah berpartisipasi," timpal pelatih berlisensi A AFC ini. (ion/ce2)

Sumatera Ekspres, Jumat, 14 September 2012

Homma Tiba Pekan Depan

PALEMBANG -- Striker anyar Sriwijaya FC asal Jepang Kazuo Homma direncanakan akan tiba pada Senin (17/9) pekan depan. Setelah tiba, Homma diharapkan dapat langsung bergabung dengan skuad Kas Hartadi yang juga akan memulai latihan persiapan pra kompetisi.

Informasi mengenai kedatangan penyerang berbadan 175 cm ini diperoleh dari agennya,Eric Dzafic yang sedang berada di Palembangkemarin sore (13/9). Eric berada di Palembang untuk memperkenalkan salah satu pemain lain yang dinaunginya, Vendran Muratovic kepada tim Laskar Wong Kito. "Mungkin pekan depan dia (Homma) akan tiba di sini. Karena kami juga berharap urusannya dapat segera selesai. Saat ini dirinya tinggal menunggu administrasi dengan klubnya (Ferencvarosi) di Hungaria," kata Eric.

Lebih lanjut agen yang berasal dari Eurosport Agency ini mengatakan kalau saat ini Liga Hungaria telah berjalan, sepert hampir semua liga di Eropa. Karena itulah, meski telah mendapatkan izin untuk meninggalkan klubnya, Homma masih harus menyelesaikan surat-menyurat lagi sebelum dirinya menjejakkan kaki di Bumi Sriwijaya.

"Di Eropa semua liga teelah berjalan, begitu pula di Hungaria. Saat ini dia (Homma) masih berada di sana (Hungaria) untuk menyelesaikan administrasi. Saya kira akhir pekan ini sudah selesai, karena dia tidak ada masalah lagi dengan klub ," tambahnya.

Dzafic lalu memberikan sedikit bocoran mengenai kelebihan pemain yang lahir di Tokyo, Jepang 17 Maret 1980 tersebut. Menurutnya, Homma punya kelebihan dalam kontrol dan mempertahankan bola. Dengan postur yang berisi dan body yang stabil, Homma menurutnya mampu bertarung dalam merebut bola maupun satu lawan satu dengan penjaga gawang.

Ia juga pandai mencari posisi yang membuatnya dapat menjadi pemain yang mampu mengisi posisi dari kiri maupun kanan penyerang. Saya tentu berharap dirinya dapat langsung padu dengan tim," tukasnya. (cj1/cj18/ce2)

Kazuo Homma
Profil
Nama: Kazuo Homma
Tanggal Lahir: 17 Maret 1980
Tempat Lahir: Tokyo
Kebangsaan: Jepang
Tinggi: 175 cm
Berat: 72 kg
Posisi: Striker


Karier
- F.C Thespa Kusatsu Jepang
- F.C Macva sabac Serbia
- F.C Tisza Volan Szeged Hungaria
- F.C Lombard -Papa Hungaria
- F.C Diosgyori Hungaria
- F.C Nyiregyhaza Hungaria
- F.C Siofok Hungaria
- F.C Vasas Hungaria
- F.C Ferencvarosi Hungaria


Sumatera Ekspres, Jumat, 14 September 2012

Kamis, 13 September 2012

Diego Milik Siapa?

PALEMBANG -- Status kepemilikan Diego Michiels kian tak jelas. Sebelumnya Sriwijaya FC mengklaim segera dapatkan tandatangan pria kelahiran Deventer, Belanda, 8 Agustus 1990 tersebut. Lantaran sudah deal soal nilai kontrak dengan sang agen Onana Jules. Tapi Pelita Jaya mengakui masih punya hak atas transfer Diego saat hijrah ke Indonesia. The Young Guns (sebutan Pelita) bahkan mengontrak Diego hingga 2014. Namun dualisme PSSI membuat Diego pilih tim yang bernaung di PSSI Djohar Arifin dengan bergabung ke Persija Indonesia Primier League (IPL) tanpa memberi tahu tim Pelita Jaya.

Pacar aktris cantik Nikita Willy itu saat ini dikait-kaitkan dengan Persebaya Surabaya (IPL). Terlebih sebelumnya defender berparas tampan ini sempat dibon oleh Green Force (julukan Persebaya) saat berjumpa Queens Park Rangers (Liga Inggris) pada laga uji coba.

Diego dikabarkan kian dekat Kota Pahlawan lantaran sang kekasih terdaftar sebagai salah satu mahasiswi Universitas Negeri di Surabaya. Nikita mengambil ilmu kedokteran.

Kini polemik kembali muncul setelah manajemen Persija Jakarta IPL klub Diego bermain musim lalu membantah telah melepas Diego Michiels. Ketua Exco Persija IPL, Hadi Basalamah mempertanyakan keabsahan terkait transfer pemain yang saat ini sedang dipinjamkan ke Arema Malang IPL itu. "Jika ada pemain kita ingin pergi silakan saja. Tapi harus ada surat pindah terlebih dahulu dari kami. Dan sampai saat ini, surat itu (kepindahan Diego) belum pernah sama sekali dikeluarkan oleh manajemen Persija," bilang Hadi.

Bagaimana tanggapan Sriwijaya FC? "Kamisudah deal dengan agen sang pemain Onana Jules. Namun Diego belum bisa ke Palembang karena sedang dipinjamkan ke Arema IPL hingga 26 September nanti. Lihat saja nanti hasilnya," timpal Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Hendri Zainuddin. (ion/ce2)

Sumatera Ekspres, Kamis, 13 September 2012

Muratovic Adu Nasib

Cucu Hidayat-Erick Juga Unjuk Gigi

PALEMBANG -- Sriwijaya FC kedatangan pemain asal Kroasia, Veldran Moratovic. Pemain yang sebelumnya bermain untuk klub Sarawak Malaysia ini datang bersama agennya Emir Dzafic dan langsung mengikuti sesi latihan bersama tim Laskar Wong Kito di bawah asuhan Kas Hartadi kemarin sore (12/9).

Menurut Emir, sang agen, pemain kelahiran Zagreb, Kroasia, 4 Oktober 1983 ini dapat memainkan posisi sebagai penyerang maupun sayap. Selain kecepatan dan kekuatan Moratovic juga memiliki daya juang. "Kemampuan yang dimiliki Moratovic membuat saya berani menawarkan kepada Sriwijaya FC. Sekarang dia masih dalam tahap seleksi, namun saya harap ada perkkembangan yang baik dari kerja sama tim," ujar agen dari Eurosport Agency ini.

Emir yang juga agen dari striker anyar Sriwijaya FC asal Jepang, Kazuo Homma. menambahkan, Muratovic mempunyai kualitas sama tingginya dengan Homma. "Melihat gaya permainannya yang bersemangat, saya yakin dia akan dapat membantu tim ini kembali menggapai juara. Meski demikian, kami tetap tidak memaksakan manajemen, karena sepertinya masih perlu waktu untuknya menunjukkan kemampuan dalam latihan ini," katanya.

Pelatih tim Laskar Wong Kito, Kas Hartadi bersama asisten Hartono Ruslan harus benar-benar selektif. "Kami tidak akan buru-buru memutuskan, karena masih akan melihat permainan Muratovic. Ini baru hari pertama, bisa saja pemain ini masih perlu waktu untuk nyetel dengan tim," ujar Kas Hartadi.

Sang pemain sendiri, Mura, begitu berharap dapat bergabung dengan tim juara Sriwijaya FC. Tiba di Palembang pada pagi kemarin, dirinya langsung bergabung dalam latihan dan langsung membaur bersama Mahyadi Pangabean Cs. "Saya tiba di Indonesia dua hari lalu, dan tadi (kemarin, red) langsung ke sini (Palembang). Saya hanya menunjukkan yang baik di sini. Saya memang berharap dapat bermain untuk tim juara. Sriwijaya FC sendiri tim pertama dari ISL yang saya datangi," ungkapnya.

Tak hanya Mura, pada hari ketiga sesi latihan yang berlangsung di Gelora Sriwijaya Jakabaring kemarin tampak pula beberapa muka baru yang juga ikut seleksi yankni Cucu Hidayat dan Erik Setyawan. Keduanya tampak begitu antusias dalam latihan.

Sementar itu Ahmad Jufrianto juga tampak hadir setelah hampir satu bulan menjalani libur usai kompetisi. Bek tengah Sriwijaya FC yang musim lalu mempersembahkan gelar juara masih terlihat sedikit kaku, namun dirinya tetap mendapat sambutan hangat dari para suporter. (cj1/cj18/ce2)

Sumatera Ekspres, Kamis, 13 September 2012

Bajul Ijo Jajal PSV

PALEMBANG -- Persebaya Surabaya IPL (Indonesia Premier League) bakal kembali dapat kehormatan. Setelah sebelumnnya berkesempatan ladeni kontestan Liga Inggris, Queens Park Rangers (QPR), dalam tajuk coba, kini Bajul Ijo (julukan Persebaya Surabaya) dijadwalkan akan ladeni raksasa Liga Belanda, PSV Eindhoven, Di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya Januari 2013.

Kabar kedatangan PSV ini diungkapkan calon CEO Persebaya, Gede Widiade. Menurutnya, Mathias Jorgensen dkk sudah sudah sepakat untuk bertemu klub asal Kota Pahlawan itu. "PSV sudah konfirm akan datang ke Surabaya pada Januari 2013," bilang Gede, sapaan akrabnya, seperti dilansir situs resmi IPL, kemarin (12/9).

Jika pertandingan bisa terjadi, maka ini merupakan kali kedua tim tim hijau jumpa dengan tim papan atas Eropa tersebut. Ini menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk membalas kekalahan telak dari PSV Eindhoven pada pertemuan pertama tahun 1996 silam. Kala itu, PSV yang masih diperkuat Luis Nazario de Lima atau Ronaldo mempermalukan Bajul Ijo dengan skor 6-2.

Tapi sebelum sua PSV, Persebaya juga akan melakoni pertandingan internasional yang tidak kalah menariknya. "sebelum lawan PSV, masih ada pertandingan internasional yang kita agendakan. Tapi untuk timnya, kita belum bisa sebutkan," lanjut pengusaha ini.

Karena itu, Gede berharap, saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Vietnam di GBT, Sabtu (15/9) mendatang, penonton di Surabaya bisa memberikan dukungan positif, menarik, sekaligus memberikan rasa aman bagi tim mana pun yang datang. "Laga Timnas lawan Vietnam adalah "test case" bagi kami untuk penyelenggaraan pertandingan-pertandingan besar seperti itu," tukasnya. (ion/ce4)

Sumatera Ekspres, Kamis, 13 September 2012

Incar Kemenangan

SURABAYA -- Tim nasional senior Indonesia maupun Timnas Vietnam telah berada di Surabaya, kemarin (12/9). Dua tim yang akan bertanding Sabtu (15/9) mendatang di Gelora Bung Tomo itu sama-sama mengungkapkan optimisme menjelang laga persahabatan tersebut.

Pelatih timnas senior, Nil Maizar meyebutkan sedang mencari titik balik kebangkitan untuk anak asuhny. Usai bertanding lawan Korea Utara Senin (10/9) lalu, pemain diliburkan selama sehari. Menghadapi Vietnam, mantan pelatih Semen Padang itu berjanji Irfan Bachdim dkk tampil fresh.

"Tak ada masalah dengan kondisi fisik anak-anak. Semua dalam kondisi siap tampil. Sore ini (kemarin, red kita jogging di hotel sebelum besok pagi (hari ini, red) kita latihan di lapangan besar," ucap Nil di Bandara Juanda, kemarin.

Disinggung mengenai psikologi pascakekalahan atas Korut lalu, Nil tak terlalu memusingkan. Justru pelatih berusia 42 tahun itu menilai konfidensi pemainnya dalam kondisi menaik. "Anak-anak semakin percaya diri sekarang. Dengan tim yang secara ranking jauh di atas kita, mereka masih bisa memberikan tekanan. Saya berharap, pengalaman lawan Korea Utara membuat kita tampil lebih baik lawan Vietnam," ujar Nil.

Di sisi lain pelatih Timnas Vietnam, Phan Thanh Hung, mewaspadai cuaca panas Surabaya. Tak heran, usai bertanding lawan Timnas Malaysia Selasa (11/9) malam lalu, guna adaptasi lebih lama, Phan langsung memboyong skuadnya ke Surabaya, kemarin.

Jelang pertandingan lawan tim Garuda, mantan penggawa Timnas Vietnam itu membawa semua pemain terbaiknya, termasuk kapten Nguyen Minh Duc. Komposisi pemain inilah yang rencananya akan diturunkan di Piala AFF November-Desember mendatang. (dra/ce4)

Sumatera Ekspres, Kamis, 13 September 2012

Rabu, 12 September 2012

Arema Ingin Bustomi Kembali

PALEMBANG -- Di tengah persiapan menyongsong musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, Arema Malang kerap dikait-kaitkan dengan para sang mantan. Beberapa pemain yang sempat membela Singo Edan dikabarkan akan direkrut kembali, di antaranya Benny Wahyudi dan Waluyo yang musim lalu membela Deltras Sidoarjo.

Bahkan kini, klub Kota Apel itu kembali mendekati gelandang yang musim lalu membela Mitra Kukar, Achmad Bustomi. Namun, pemain yang pernah mengatarkan Arema menjadi juara Liga di musim 2009-2010 ini menegaskan bahwa kabar jika ia kembali ke Arema hanya sebatas gosip. "Kata siapa sam, jangan percaya gosip, red)," ucapnya pascamengikuti training center (TC) Timnas KPSI di Batu, Malang, seperti dikutip situs resmi Arema.

Saat ditanya lebih lanjut apakah manajemen Arema sudah melakukan negosiasi kontrak, pria yang akrab disapa Cimot ini justru malah tersenyum. Sambil berjalan meninggalkan lapangan Agrokusuma Wisata Batu, Bustomi hanya meminta didoakan saja apakah ia akan kembali ke Arema atau tidak. "Di doakan saja," pungkasnya.

Selain ingin kembali mendatangkan Bustomi, Arema juga berburu pemain asing. Prioritas utama mereka pemain yang menempati posisi sepuluh besar top skor ISL musim lalu. "Soal harga, tidak menjadi masalah asal sesuai dengan kualitas yang dimiliki pemain bersangkutan. Mendatangkan pemain bagus, punya reputasi, dan berkualitas di atas rata-rata, pasti akan berpengaruh terhadap nilai jjual klub," timpal Direktur Utama Arema LSI, Ruddy Widodo.

Hingga saat ini, Arema LSI sudah mengikat kontrak dengan 19 pemain lokal. Sedangkan pemain lokal yang sudah deal kontrak, adalah Kurnia Meiga, Achmad Kurniawan, Yoewanto Benny, Munhar, Khusnul Yuli, Johan Al Farizie, Hendro Siswanto, dan Benny Wahyudi. Selain itu juga, ada nama Dendi Santoso, Reza Mustofa, Sunarto, Qischil Gandruminny, Catur Pamungkas, Ferry Aman Saragih, Purwaka Yudhi, Teguh Amiruddin,Hendro Siswanto, serta Catur Pamungkas. (ion/ce4)

Sumatera Ekspres, Rabu, 12 September 2012

Edu Bakal Lepas

Potensi Balik ke Hilton

PALEMBANG -- Satu persatu pemain buruan Sriwijaya FC kabur. etelah sebelumnya Alberto "Beto" Goncalves (Brazil), Herman Dzzumafo Epandi (Kamerun), dan Kenji Adachihara (Jepang), kini gilaran talenta Liberia, Edward Junior Wilson terancam batal dikontrak.

Sebagaimana deketahui Edu (demikian biasa Edward Junior Wilson disapa) lebih memilih bertahan bersama bersama juara Indonesia Primier League (IPL) musim 2011/2012, PS Semen Padang. Padahal sebelumnya agen sang pemain Eddy Syahputra menegaskan bahwa top skor IPL musim lalu itu bakal merapat ke Bumi Sriwijaya. Lantas kenapa Edu terancam batal membela Sriwijaya?

Direktur teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Henri Zainuddin mengaku tetap berpedoman pada perjannian awal dengan agen pemain Timnas Liberia itu. Dimana, proses negosiasi berjalan cukup mulus. Terlebih masa depan kelahiran 22 September 1984 itu tidak diperjelas Kabau Sirah (sebutan Semen Padang) setelah berakhir Juli lalu.

"Agen Edu (Eddy Syahputra, red) bilang pemainnya masih belum memiliki klub. Namun si agen belum bisa memastikan masa depan pemainnya. Karena pada dasarnya pilihan klub dikembalikan pada pemain bersangkutan. Meskipun sebelumnya si agen bilang Edu sudah sepakat buat gabung ke Sriwijaya," ujar Hendri kemarin (11/9).

"Soal informasi Edu kembali dikontrak Semen Padang saya no comment dulu. Lihat saja bagaiman perkembangannya nanti. Apakah Edu bersama kita atau klub lain musim depan," lanjutnya.

Tidak menutup kemungkinan buat kembali memakai jasa Hilton Morierra, penyerang yang sudah dibuang manajemen Laskar Wong Kito awal September lalu. "Makmanolah kalau Hilton dateng lagi," tulis Hendri dalam akunjejaring sosial Facebook-nya.

Selain Sriwijaya ternyata Mitra Kukar juga berhasrat besar untuk memboyong pemain berambut kriwil ini. Namun sayang Edu sendiri dikabarkan sudah menandatangani perpanjangan kontrak kerja sama dengan Semen Padang sebelum perkuat Timnas Liberia (10/9) lalu. "Edu telah menandatangani perpanjangan kontrak sebelum berjalannya bulan puasa," bilang Ronny Suhatril, media officer Semen Padang. (ion/cj18)

Sumatera Ekspres, Rabu, 12 September 2012