Minggu, 30 Desember 2012

IPL-ISL Urung Dilaksanakan?

IPL-ISL Urung Dilaksanakan?
Mabes Polri Belum Keluarkan Izin

JAKARTA -- Menurtu jadwal yang sudah dikeluarkan sebelumnya, kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013 akan dibuka secara resmi, 5 Januari mendatang. Namun, kini itu terancam tak bisa digelar karena Mabes Polri sebagai pihak yang berwenang mengeluarkan izin penyelenggaraan tidak akan merestui kompetisi itu berlangsung.

Bukan hanya ISL, bahkan kompetisi pesaingnya pun yakni Indonesia Priemer League (IPL) juga terancam tidak akan mendapat izin dan urung dilaksanakan. Artinya Indonesia tidak akan memiliki kompetisi resmi sepakbola.

Hal tersebut disampaikan Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar yang menuturkan sudah mendapat informasi tersebut langsung dari petinggi PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono. Menurut penuturan Umuh, Joko baru saja dipanggil Mabes Polri terkait izin tersebut.

"Saya baru saja dapat kabar dari Pak Joko, beliau baru keluar dari Mabes tadi (kemarin siang, red), bahwa izin pelaksanaan IPL dan ISL belum bisa dikeluarkan. Padahal Kapolda sudah memberi izin dan kompetisi bisa digelar," jelas Umuh saat menghadiri acara HijiOgeMaung di Tennis Indoor BIkasoga, Buah Batu, Bandung, kemarin (29/12).

Menyangku hal tersebut, manajer yang sudah empat musim menukangi Persib ini mengatakan pihaknya belum mendapat alasan yang jelas. "Ini juga atas gagasan siapa untuk tidak mengeluarkan ini, belum ada klarifikasi kenapa kompetisi harus dihentikan," tambah Umuh.

Lanjut Umuh, kepastian terkait izin pelaksanaan baru akan keluar pada 2 Januari mendatang, atau tepatnya tiga hari sebelum waktu pembukaan ISL pada jadwal yang sudah ditentukan sebelumnya.

"Namun, semuanya belum belum ada kejelasan dan kabarnya sebelum tanggal 2 Januari keputusannya akan keluar," tandas Umuh yang turut menjadi wakil pada acara tersebut untuk memberikan penghargaan pada mantan pemain Persib era 1994/1995. (mg13/jpnn/ion/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 30 Desember 2012

Sabtu, 29 Desember 2012

Tiga Cabor Olimpiade Absen di SEA Games Myanmar

Tiga Cabor Olimpiade Absen di SEA Games Myanmar
Rita Subowo

JAKARTA -- Ke-17 cabng olahraga (cabor) yang dihapus dari daftar cabor dipertandingkan di SEA Games 2013 Myanmar semakin menambah turunnya prestasi regional Asia Tenggara. Sebab, sejumlah cabor yang dihapus justru dipertandingkan di Olimpiade.

Cabor Olimpiade tersebut adalah voli pantai, anggar, dan renang indah. Dihapusnya cabor olimpiade itu justru membuat rencana menjadikan SEA Games sebagai ajang pembinaan menuju olimpide terhambat. Padahal, prestasi negara kontestan Asia Tenggara di Olimpiade London lalu berada di titik terburuk. Yakni, tanpa medali emas sama sekali

"Ini adalah suatu kemunduran," kata Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, saat ditemui wartawan koran ini di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kemarin (28/12).

Idealnya, kata Rita, cabor yang dipertandingkan harus sesuai dengan yang dilombakan di olimpiade. Itu sebagai bentuk pembinaan agar prestasi yang regional mendorong prestasi ditingkat dunia.

"Kemarin di Bali kita rapat sebagai SEA Games Council. Saya sampaikan bahwa sistem regional harus diubah. Tidak hanya SEA Games, tapi juga sian Games. Semuanya harus mengarah ke olimpiade. Saya sudah mendorong pengurus cabor langsung melobi ke Myanmar agar dipertandingkan," katanya.

Pada akhirnya, Myanmar sudah hampir pasti menyatakan bahwa hanya 32 cabor yang akan dipertandingkan. Itupun cabr ke-32 masih menjadi perdebatan apakah akan dipertandingkan Tarung Derajat atau hanya 31 cabor.

Tetapi, kata Rita, keputusan Myanmar untuk hanya mempertandingkan 32 harus dihormati. Dia meminta agar semua pihak memahami kapasitas Myanmar yang merupakan negara yang baru membuka dirinya ke dunia internasional.

"Kita harus melihat bahwa Myanmar ada keterbatasan. Bisa jadi mereka memang tidak bisa dengan anggaran yang dipaksakan. Bagaimanapun juga, kita harus memahami mereka," kata mantan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) itu.

Selanjutnya, kata dia, pelaksanaan SEA Games dan Asia Games harus dengan orientasi pembinaan ke olimpiade. "Setelah SEA Games Myanmar, pelaksanaan harus ideal. Mungkin yang ini tidak apa-apa seperti ini karena karena kapasitas mereka, tapi selanjutnya harus lebih baik," katanya.

Seperti diwartakan, 17 cabor dihapuskan dari pergelaran multievent SEA Games 2013 di Myanmar. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik mengatakan, 32 cabor sudah hampir final meski nomor yang dipertandngkan masih akan dibicarakan lagi. Jumlah tersebut anjlok dari 43 cabor yang dipertandingkan di SEA Games 2011.

Padahal, dari cabor yang dihapus tersebut ada dua yang menjadi tambang emas Merah Putih. Yakni,cabor panjat dinding dan sepaatu roda. Dengan demikian, target emas Indonesia pun direvisi. Jika pada SEA Games tahun lalu Indonesia meraup 182 medali emas, tahun depan Indonesia hanya menargetkan 96-122 medali. "Itu sudah cukup untuk mempertahankan status juara umum," katanya. (aga/ion/ce1)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 29 Desember 2012

KONI Tidak Berhak Bentuk Timnas

KONI Tidak Berhak Bentuk Timnas
Rita Subowo

Jakarta -- Langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang membentuk Timnas U-23, ikut disesalkan tim Task Force. Pembentukan timnas tetap menjadi kewenangan PSSI

"Timnas memang berada di bawah KONI sebagai Ketua Dewan Pelaksana Satlak Prima, tapi bukan berarti KONI bisa membentuk sendiri," kata Rita Subowo, Ketua Task Force, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakrata, Jumat (28/12).

Soal pembentukan Timnas, tim Task Force dan KONI akan berkoordinasi dengan PSSI dan KPSI. "Kita akan menjembatani. Timnas ya satu, timnas itu Merah Putih," ujar Rita

Seperti diketahui, pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar, telah merekomendasikan 43 pemain yang dipersiapkan ke pra-Piala Asia 2015. Pemain-pemain tersebut berasal dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Primiere League (IPL).

Hanya saja, Komita Penyelamatan Sepak Bola Indonesia (KPSI) tidak mengizinkan pemain-pemain ISL bergabung ke timnas. Alasannya, klub-klub ISL sudah tidak mengakui kepengurusan PSSI di bawah Djohar Arifin< KPSI yang mengaungi ISL baru bersedia pemain jika timnas dikoordinasi oleh Task Force. (abu/jpnn/ion/ce4)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 29 Desember 2012

Jumat, 28 Desember 2012

Song Susul Diarra Ikut Seleksi

PALEMBANG -- ibur tiga hari setelah sukses meraih gelar Inter Island Cup (IIC) 2012, para pemain Sriwijaya FC kemarin sudah latihan bersama. Namun latihan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring terasa ramai. Itu karena ada dua pemain seleksi yang ikut latihan bersama Laskar Wong Kito (sebutan Sriwijaya FC) yakni Moke Diarra dari Mali, Afrika Barat dan Song In-Young dari Korea Selatan.

Moke Diarra datang lebih dulu di Palembang kearin siang. Beberapa jam kemudian disusul Song. Diarra sendiri berposisi sebagai gelandang, sedangkan Song sebagai striker. "Memang keduanya sudah ikut latihan perdana bersama kami, seusai libur tiga hari. Kami juga tidak menolak jika ingin seleksi ke Sriwijaya FC karena saat ini kami tengah mencari pemain ainng untk melengkapi kuota," ungkap pelatih kepala Sriwijaya FC Kaashartadi saat ditemui koran ini usai latihan bersama anak asuhnya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, kemarin (27/12).

Menurut pelatih asal Solo, Jateng ini keduanya saat ini baru lakukan game-game ringan. Mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian (KTB) ini berharap kedua pemain itu memiliki skill yang dibutuhkan Sriwijaya FC. "Kalau saya lihat sesaat, keduanya cukup lumayan saat latihan bersama pemain yang lainnya, tetapi saya tidak tahu kalau saatt bermain nanti," tutur pelatih yang rajin mengumbar senyum ini.

Kas, sapaan karib Kashartadi mengungkapkan, siapapun yang terbaik bagi klub, menurutnya tidak jadi soal untuk direkrut, itu pun setelah melakukan seleksi yang dilakukan pihaknya. "Ya kamilihat dulu seperti apa permainan mereka berdua, kan baru hari ini ikut latihan. Kami juga belum tahu seperti apa visi permainan keduanya," lnjutnya.

Sementara itu Hendri Zainuddin, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), membenarkan kedatangan pemain asal Korea Selatan itu siang tadi (kemarin, red). Hendri mengatakan, Song masih dalam seleksi untuk bisa bergabung dalam skuad asuhan Kashartadi. "Keduanya sudah bergabung dan latihan bersama Sriwijaya FC kemarin. Meski baru tiba di Palembang keduanya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan pamer skill kepada pelatih Sriwijaya FC," ucap Hendri saat dikonfirmasi kemarin.

Pemain kelahiran Korea Selatan 7 Januari 1990 itu, sebelum mengikuti seleksi di Sriwijaya FC, awalnya bermain di Liga Domsetik bersama klub Suwon City, dengan posisi striker. "Tetapi kedua pemain ini wajib k=ikut seleksi dulu, kalau memang kata pelatih bagus, baru kita adakan kontrak dengan kedua pemain itu," pungkas anggota DPRD Bantuasin ini. (cj12/nan/ce2)

Sumatera Ekspres, Jumat, 28 Desember 2012

Awas Kutukan Juara IIC

Awas Kutukan Juara IIC
PALEMBANG -- Sudah tiga edisi Inter Island Cup (IIC) digelar. Dari tiga edisi tersebut Sriwijaya FC mampu maraih dua gelar juara yakni tahun 2010 setelah mengalahkan Persiwa Wamena dan tahun 2012 menyingkirkan Persisam Samarida. Namun pada musim kompetisi 2010-2011, Sriwijaya FC gagal menjadi juara Indonesia Super League.

Nasib serupa juga dialami Persipura yang sukses juara IIC tahun 2011 dan gagal merebut juara ISL musim 2011-2012. Apakah kutukan tersebut akan kembali menimpa Laskar Sriwijaya musim depan? jika dilihat dari komposisi pemain Sriwijaya FC masih kalah jauh dengan Persipura, Arema Cronous dan Persib Bandung. Tiga tim unggulan tersebut diperkuat pemain berlabel bintang.

Pelatih kepala Sriwijaya FC, Kashartadi menanggapi dingin dan begitu serius saat ditanya kutukan juara IIC. "Ah saya tidak percaya, ada kutukan, yang benar saja ada kutukan bagi sang juara IIC," jelas pria yang rajin tersenyum ini saat ditemui wartawan koran ini seusai melakukan latihan bersama anak asuhnya.

Menurut pelatih kelahiran Solo itu, menentukan juara itu bukan dari kutukan atau karena mengikuti turnamen pramusim. Tapi semua tergantung permainan. "Menurut saya, bisa menjuarai suatu turnamen itu harus bermain bagus, kalau juga tidak juara, bukan berarti kutukan," Tutup Mas Kas sapaan Kashartadi kemarin.

Hal senada juga dikatakan oleh Hendri Zainuddin, Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), mengatakan, tidak ada hubungannya antara juara IIC akan gagal meraih gelar ISL musim depan. Mnurutnya suatu kemenangan itu datangnya apabila sudah menjalani suatu proses dalam permainan. "Saya tidak percaya dengan kutukan. Yang jelas setiap kemenangan itu butuh proses untuk menang," tegas anggota DPRD Banyuasin ini. (cj12/nan/ce2)

Sumatera Ekspres, Jumat, 28 Desember 2012

Sinar Terang Tantan setelah Bergabung dengan Sriwijaya FC

Didoakan Teman-Teman Cetak Gol di Final di IIC



Meninggalkan Persitara Jakarta Utara, karier sepakbola Tantan justru makin mengkilap. Striker 28 tahun ini langsung greng bersama Sriwijaya FC, klub baru yang belum lama dibelanya. target meraih gelar pun dipancangkannya bersama tim kebanggaan Sumatera Selatan tersebut.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Edi Triono - Cholis Faizi, Palembang

Apa kabar Dulur? ucap singkat Tantan di Stadion Manahan, Solo, saat laga final Inter Island Cup (IIC) antara Sriwijaya FC kontra Persisam Samarinda, belum lama ini. Badannya masih kekar. Kaki dan pahanya juga. Larinya juga masih kencang seperti dulu. Ya, Tantan belum habis. Bahkan, dia menjadi pahlawan timnya, Sriwijaya FC di laga pamungkas IIC. Donasi satu golnya membuat kedudukan menjadi 2-2. Sriwijaya akhirnya menjadi kampiun setelah sukses adu penalti.

Kashartadi, pelatih Sriwijaya FC-lah yang memunculkan kembali namanya. Setelah tenggelam bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Persitara Jakarta Utara, namanya terkatrol kembali. Kas, panggilan Kashartadi, cukup jeli melihat potensi pemain. Tantan yang sebelumnya diprediksi kariernya menurun, justru bersinar dibuatnya.

Sebelum bergabung dengan klub peraih gelar juara Piala Indonesia 2007, 2008/2009 dan 2009/2010 itu, orang tidak begitu mengenal siapa Tantan. Namun kini mantan pemain Persitara ini menjadi satu-satunya pemain Sriwijaya yang dipanggil tim nasional (timnas) proyeksi Pra Piala Asia 2015. "Tantan bermain cukup bagus selama IIC. Di final dia juga mampu menciptakan gol," kata Kas.

Tantan mengaku senang bergabung dengan Sriwijaya. Maklum, kendati belum semusim, dia sudah bisa merasakan gelar IIC. Terlebih di partai final dia mampu menciptakan gol. "Sebelum pertandingan teman-teman bilang Tantan pasti cetak gol. Saya senang mungkin itu doa dan bisa jadi kenyataan," katanya. Kemenangan tersebut dia persembahkan untuk istri dan dua buah hatinya. "Dan tentu untuk masyarat Sumatera Selatan. Terimakasih atas dukungannya," tukasnya.

Laga melawan Persisam, diakuinya merupakan pertandingan terberat yang pernah dia lakoni. "Alhamdulillah, kami berhasil. Sriwijaya FC saya akui tim yang sangat solid dan penuh kekeluargaan. Itulah kunci keberhasilan kami," ujar pria kelahiran Bandung ini.

Striker berusia 28 tahun itu meyakini kalau Sriwijaya FC bisa menjadi tim kuat di Liga Super Indonesia (LSI) nanti. "Tim kuat ini bukan hanya bermaterikan pemain bertabur bintang. Tapi, semangat juang itu yang yang sangat diperlukan dan itu adalah Sriwijaya FC," tandasnya. (*/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Desember 2012

Kedatangan Diarra

Kedatangan Diarra
PALEMBANG -- Minat pemain asing untuk mengadu nasib diSriwijaya FC tidak pernah surut. Besok Laskar Wong Kito kedatangan pemain seleksi Abdichi-Moke Diarra. Pemain asal Mali Afrika Barat ini mencoba peruntungan untuk menjajal skuad Jakabaring. Moke dipastikan tiba di Palembang hari ini sekitar pukul 13.00 WIB.

Pemain dengan tinggi badan 180 cm ini bukan bidikan utama Sriwijaya FC. Pasalnya, Sriwijaya FC masih butuh satu kuoata asing Asia. Hingga saat ini Sriwijaya FC sudah memiliki 3 pemain asing non-Asia yakni Boakay Eddie Foday (Liberia), Erick Weeks Lewis (Liberia), dan Ali Khadafi (Togo) sedangkan satu pemain asing Asia sudah diisi oleh Diogo Rangel Santos (Timor Leste). Meski demikian manajemen tetap menampung mantan pemain timnas Mali.

"Besok Diarra sudah bisa bermain dengan pemain yang lain. Karena di jadwalkan Diarra akan sampai di Palembang pukul 13.00 WIB dan langsung gabung ikut latihan," ungkap Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimal Mandiri (PT SOM) H Hendri Zainuddin kemarin saat di temui wartawan koran ini di kantornya.

Anggota DPRD Banyuasin ini sendiri mengatakan pihaknya tidak keberatan kalau ada pemain asing ingin bergabung dengan skuad asuhan Kashartadi. "Kalau memang nanti pemain ini bagus ya bisa kita, tetapi kita lihat dulu kemampuannya. Kami tidak mau merekrut pemain tanpa tahapan seleksi," lanjut Hendri.

Kedatangan Diarra ke Sriwijaya FC sepertinya bakal menambah sengit lini tengah Sriwijaya FC. Pemain kelahiran Bornako Mali, 12 November 1983 punya visi dan misi sebagai seorang gelandang. "Kita lihat dulu perkembangan Diarra saat bergabung latihan dengan tim kita," tukas Hendri. (cj12/nan/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Desember 2012

Panggil Hilton Lagi

Panggil Hilton Lagi
PALEMBANG -- Manajemen Sriwijaya FC kembali bikin keputusan mengejutkan. Betapa tidak, kini koata asing non-Asia sudah terpenuhi seiring perkrutan tiga pemain anyar, macam Ali Khadafi (Togo) serta duo Liberia Boakay Eddie Foday serta Eric Weeks Lewis.

Namun, pada kenyataan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC masih berniat untuk mendatangkan pemain import asal benua Amerika. Anehnya lagi pemain bersangkutan musim lalu sudah sempat memperkuat Laskar Wong Kito --julukan Sriwijaya FC-- dan harus dilepas karena bermasalah dengan permintaan kenaikan gaji. Dia tidak lain adalah Hilton Morirra.

"Kemungkinan Hilton akan kami panggil lagi.Bahkan kami sudah melakukan komunikasi dengan Hilton yang saat ini berada di Brazil," ujar Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin, kemarin (26/12).

Nah, siapa pemain yang akan digantikan Hilton? Anggota DPRD Banyuasin ini masih belum mau angkat bicara. Kalau melihat kondisi saat ini sepertinya Eric Weeks akan menjadi kandidat utama. Sebab masalah administrasi perizinan pemain Tim Nasional (Timnas) Liberia ini sampai sekarang tidak kunjung selesai dan belum bisa dipastikan sampai kapan akan beres.

Bukan hanya Weeks, namun posisi Eddie Boakay juga ikut rawan. Sebab hingga sekarang mantan pemain Persiwa Wamena ini masih belum mampu menunjukkan performa gemilang bersama skuadra Kashartadi. Tak heran jika peran utamanya sebagai targetman harus rela digeser pemain lokal macam Tantan.

Hanya saja Hendri menyebut peluang Hilton untuk gabung cukup besar. "Bahkan kami sudah mengiming-imingkan Hilton dengan pelunasan gaji dan bonus musim lalu. Ya, mudah-mudahan saja Hilton bisa seger kembali," tutup dia.

Weeks Stress Tak Pernah Dihubungi
Saat dikonfirmasi koran ini via short message service (SMS) Weeks mengaku saat ini sedang berada di kampung halaman. "Di sini (Liberia, red) saya tidak terlalu banyak kegiatan. Paling-paling saya ke pantai saja mengisi waktu senggang," terang dia.

Ia berharap masalahnya segera kelar dan ingin kembali gabung bersama Ferry Rotinsulu dan kawan-kawan. Namun keinginan untuk itu sedikit terhambat karena agen pemain yang menaunginya dan manajemen Sriwijaya FC terkesan lepas tangan.

"Sampai sekarang aku tidak pernah dihubungi manajemen Sriwijaya dan agen. Padahal saya ingin segera main dan berharap urusan ini cepat selesai karena aku sangat stres menunggu di sini rasanya lelah sekali," tutup dia. (cj12/cj18/ion/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Desember 2012

Kamis, 27 Desember 2012

Sepak Terjang Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi Meraih Gelar Kedua IIC (2)

Jeli Pilih Pemain, "Mesra" di Ruang Ganti



 Sepak Terjang Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi Meraih Gelar Kedua IIC (2)

Pasukan Sriwijaya FC sempat tertatih-tatih menuju tangga juara Inter Island Cup (IIC) 2012. Namun Coach Sriwijaya FS Kas Hartadi mampu memperbaiki tim hingga menembus final dan berhasil raih gelar IIC untuk kali kedua. Apa rahasianya?

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Edi Triono - Palembang

Hampir 90 persen skuad utama Sriwijaya FC dihuni muka baru. Pemain lama yang bertahan di antaranya penjaga gawang Ferry Rotinsulu, gelandang Ponaryo Astaman, dan defender Mahyadi Pangabean dan Achmad Jufriyanto.

Karena perubahan besar itu membuat sepak terjang pasukan klub berjuluk Laskar Wong Kito ini ssempat diragukan terutama soal kekompakan. Terlebih pemain rekrutan anyar mereka berasal dari beberapa klub berbeda.

Misalnya penyerang Boakay Eddie Foday (Persiwa Wamena), M Fakhruddin (Deltras Sidoarjo), Ali Khadafi (PSPS Pekanbaru), dan Sultan Samma (Persiba Balikpapan). Namun dengan "sejuta" cara Kashartadi mampu meramu dan menjadikan mereka solid.

Saat dikonfirmasi Kas --demikian biasa disapa-- mengaku tidak begitu berat untuk menyatukan visi dan misi pemain. Meski mereka dari berbagai kesebelasan. "Syaratnya kami harus saling memahami. Saya tidak pernah menjaga jarak dengan pemain baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar tactitian asal Solo, Jawa Tengah ini kepada koran ini, kemarin (26/12).

Ayah King Eric Cantona ini juga selalu setia mendengarkan keluh kesah anak buahnya. "Biasanya memang sehari sebelum pertandingan saya sering sowan ke kamar para pemain. Saya tanya satu per satu apa ada masalah dengan keluarga, gimana kondisi kesehatannya apakah benar-benar sudah siap. dari situ saya bisa simpulkan pemain mana yang benar-benar siap masuk line up," bilang dia.

Menurutnya kemesraan di ruang ganti baik sebelum, saat jeda maupun usai pertandingan juga teramat penting. Karena itu ia terus berusaha menjaga keharmonisan antarpemain dalam locker room (kamar ganti pemain). "Biasanya selama di locker room lebih sering bercanda dari pada seriusnya. Mungkin pas paparan strategi saja sedikit serius. Selain itu biasa saja, tujuan kita agar pemain tetap enjoy," terang dia.

Mantan arsitek Sriwijaya FC U-21 ini juga terkenal jeli melihat pemain. Sebagai bukti Tantan Dzalikha pemain yang diprediksi kariernya bakal menurun justru kembali bersina. Padahal pemilik jersey 10 ini didatangkan dengan biaya tidak terlalu mahal (kurang Rp 800 juta).

Ya, sebelum gabung klub peraih juara gelar juara Piala Indonesia secara berturut-turut (2007/2008/2009 dan 2009/2010) ini orang tidak begitu mengenal Tantan. Namun kini mantan pemain Persita Tangerang ini menjadi satu-satunya pemain Sriwijaya FC yang dipanggil Tim Nasional (Timnas) Indonesia proyeksi Pra Piala Asia 2015.

"Ya, Tantan memang main cukup bagus selama di IIC. Di final ia juga mampu menciptakan gol. Mungkin karena itu Tantan dilirik Timnas," terang pria yang terkenal murah senyum ini.

Di sisi lain defender Sriwijya FC Achmad Jufrianto menilai Kas sebagai sosok pelatih yang memiliki sikap kebapakan. "Coach sangat baik. Dia (Kashartadi, red) sangat tahu dengan keinginan pemain. Misal, usai main para pemain dikasih libur. Selain itu dia juga tidak terlalu banyak aturan," timpal dia.

Lanjut dia lagi, Kas juga terbilang akrab dengan seluruh pemain. "Jadi kami seperti teman biasa bahkan kayak adik kakak. Kadang-kadang kita makan bareng rame-rame keluar mess. Yang jelas para pemain dibuat enjoy selalu," tutup dia.

Sriwijaya FC sendiri kini menjadi klub paling sukses dalam negeri. Baru berusia delapan tahun (sejak berdiri 23 Oktober 2004) tapi Laskar Wong Kito --julukan Sriwijaya FC-- sudah mampu merebut sembilan gelar.

Hebatnya hampir semua mahkota sepak bola Tanah Air sudah disentuh. Mulai piala paling bergengsi Liga Indonesia yang sudah dirasakan musim 2007 dan kini berganti Indonesia Super League (ISL) juga sudah didapatkan muusim lalu. Selain itu Tim Bumi Sriwijaya berhasil raih Piala Indonesia tiga kali berturut-turut (2007, 2008-2009 dan 2009/2010).

Ditambah champions kejuaraan pra-musim Community Shield (CS) didapat musim 2010. Belum lagi trofi bergengsi laga perang bintang dimenangi musim lalu dan dilengkapi dua gelar IIC yang terakhir diboyong dari Manahan Solo (23/12) lalu. (ion/ce1)

Skaud Sriwijaya FC 2012/2013
Pelatih: Pelatih kepala Kashartadi, Pelatih penjaga gawang Indra Yadi, Asisten pelatih Hartono Ruslan

Pemain Asing: Boakay Eddie Foday (Persiwa), Diogo Santos (Timor Leste), Erick Weeks Lewes (Persiwa), Ali Khadafi (PSPS Pekan Baru).

Pemain Lokal: Ferry Rotinsulu, Rivky Mokodompit, Andi Irawan, Achmad Jufrianto, Tri Guntoro, M Sobran, Mahyadi Panggabean, Chairul Huda, Risky Dwi Ramadhana, M Fakhruddin (Deltras Sidoarjo), Abdul Rahman (PS Semen Padang), Sultan Samma (Persiba Balikpapan), Tantan (Persita Tangerang), Aliudin (Persib), Taufik Kasruddin (Persela), Imanuel Fatwa (Persiwa), Dodok Anang (Deltras Sidoarjo)

Pemain Magang: Cristian Rotinsulu (SFC under 21), Lintang (Persis Solo), Kamaluddin (PS Banyuasin), Ramda Pratama (Akademi Sepak Bola SFC), Rizky Nova Alkatiri (PS Palembang).

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Desember 2012

Sepak Terjang Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi Meraih Gelar Kedua IIC (1)

Sedih Dibilang Pelatih Kacangan



Sukses Sriwijya FC meraih gelar gelar juara Inter Iceland Cup (IIC) 2012 tentu tidak lepas dari tangan dingin Kas Hartadi. Coach asal Solo, Jawa Tengah ini mampu membuat permainan klub berjuluk Laskar Wong Kito makin aktratif, walaupun hanya bermaterikan pemain "pas-pasan."

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Edi Triono - Palembang

Kas Hartadi Mulai menekuni dunia kepelatihan sejak 2006, setelah pensiun dari pemain profesional musim 2004. Klub terakhir dia adalah Persisam Putra Samarinda, yakni kesebelasan yang berhasil dikalahkan anak buahnya lewat drama adu penalti dengan skor 7-6 pada partai final IIC 2012 di Stadion Manahan Solo, 23 Desember lalu. Kala itu Pesut Mahakam --sebutan Persisam-- berlaga diDevisi II Liga Indonesia.

Usai pensiun, Kas Hartadi mulai menekuti sebagai pelatih. Karier pelatih pria asal Solo ini dimulai di Sekayu, Muba yakni SYSA (Sekayu Youth Soccer Academy) Musi Banyuasin (Muba). Musim pertama ia mengarsiteki klub mayoritas pelajar SMA unggulan Sekayu ini itu langsung sukses mengukir tembus runner up Piala Suratin usia (U)-18 nasional. Kala itu anak didiknya dipaksa menyerah 1-2 oleh Arema Malang di partai final.

"Saat itu pertama kali SYSA berhasil menembus final kejuaraan tingkat nasional," ujarnya saat dikonfirmasi koran ini, kemarin (25/12). Bahkan, ini menjadi kontestan pertama Sumatera Selatan (Sumsel) yang mampu menembus final Piala Suratin.

karena kesuksesan itu jasa Kas direkrut PSSI pusat dan ditugasi untuk membesut Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-13 hingga 2009. "Saat di Timnas (U-13, red) saya hanya melatih biasa. Sebab, tidak ada agenda internasional dan kami hanya ikut festival di Malaysia. Hasilnya lumayan dari beberapa negara Asia Tenggara, Indonesia hanya kalah atas Thailand saja," terang dia.

Pascatangani Timnas U-13, suami Sri Hastuti ini hijrah ke Palembang dengan mengarsiteki Sriwijaya FC U-21. namun, sayang ia tidak mampu membuat Laskar Wong Kito Junior (julukan Sriwijaya FC U-21) perkasa. Alhasil Rizki Ramadan cs hanya bisa berlaga di babak awal atau penyisihan grup Indonesia Super League (ISL) U-21.

Meski gagal bersama Sriwijaya FC U-21 ternyata tetap tidak menyurutkan niat manajemen Sriwijaya untuk memaksimalkan tnaga Kas. Ia justru ditunjuk pengelola Sriwijaya FC untuk menemani Ivan Venkov Kolev, pelatih asal Bulgaria sebagai asisten. Kiprh pertamanya sebagai pembantu Kolev turut mengantarkan Sriwijaya meraih gelar juara IIC edisi perdana 2010. Namun, sayangnya kolaborasinya bersama pelatih bule itu tidak mampu mengantarkan tim Bumi Sriwijaya finis teratas dan dampaknya Kolev dibuang.

Lagi-lagi Kas beruntung bukan ikut dilepas dia justru naik pangkat jadi pelatih kepala. Untuk menjalankan tugas berat (merebut juara ISL) pelatiih dengan lisensi A nasional ini dicarikan tandem tiga asisten. Yakni Hartono Ruslan, Indrayadi (pelatih kiper), dan Keith Kayamba Gumbs (pelatih fisik merangkap pemain).

Musim pertama menjadi pelatih profesinoal pria yang gemar makan soto ini langsung meraih prestasi gemilang dengan rasakan gelar juara ISL. Namun sayang meski mampu antarkan Sriwijaya pada puncak tertinggi sepak bola dalam negeri ini, ia tetap kurang dapat apresiasi. Bahkan tidak sedikit publik menyebut ia sebagai pelatih "kacangan" dengan menganggap kesuksesan meraih gelar juara berkat pemain berlabel bintang dan "warisan" skuad Ivan Kolev. "Orang-orang pada meragukan saya. Namun saya tidakk berkecil hati dan justru menjadi motivasi tersendiri," tutur pria yang sempat dijuluki si Kijang ini.

Karena itu kas mengaku sangat bangga bisa mempersembahkan gelar juara IIC 2012. Sebab, komposisi pemain saat ini tidak sebagus musim lalu dan "warisan" Kolev hampir habis. Dimana sekitar 90 persen pemain Sriwijaya musim ini merupakan wajah baru. Karena itu pula ia terlihat sangat emosional sesaat setelah Imanuel Padwa berhasil mengeksekusi penalti penentuan gelar juara IIC.

"Saya sangat senang bisa meraih gelar IIC bahkan lebih senang dari meraih gelar ISL. Ini bukti bahwa saya layak diperhitaungkan. Saya berterima kasiih kepada manajemen, pemain dan ofisial atas prestasi ini dan gelar ini untuk warga, masyarakat Sumsel, fans Sriwijaya dan buat anak saya King Eric Cantona yang ulang tahun kedelapan (23/12) lalu," lanjut dia.

Kini Kas terbilang jadi salah satu pesepak bola paling sukses di Indonesia. Betapa tidak ia merupakan satu-satunya penekun dunia si kulit bundar Tanah Air yang mengoleksi gelar komplet. Sebagai pemain kelahiran 6 Desember 1970 ini sudah rasakan empat gelar juara bersama klub dan satu champion bersama Timnas.

"Saya tiga kali meraih gelar juara Liga Galatama (ISL saat ini, red) bersama Kramayudha Tiga Berlian dan satu kali gelar lagi bersama Arseto Solo. Saya juga ikut antarkan Timnas raih medali emas di ajang SEA Games Manila 1991. Itulah emas terakhir Indonesia dari sepak bola di SEA Games sampai sekarang ini," lanjut dia lagi.

Darah bola memang mengalir kental pada bungsu tujuh bersaudara anak pasangan Kasnadi-suukarmi ini sejak kecil. Setelah mentas di dua diklat, Salatiga dan Ragunan (1984-1985), Kas langsung melanglang buana ke sejumlah klub. Selain Kramayudha Tiga Berlian dan Arseto Solo ia pernah perkuat BPD Jateng, Persis Solo, dan Persid Jember.

Karier di Timnas sendiri dimulai ketika bergabung Timnas U-16 untuk Piala Coca-Cola di Qatar (1986). Setelah itu Kas pun masuk langganan tim Garuda yang puncakknya mendapat medali emas Di SEA Games saat timnas ditangani pelatih legendaris Anatoly Polosin. Sayang usai mempersembahkan medali emas Kas alami cidera lutut cukup parah hingga memaksanya mundur dari timnas. "Setelah sembuh cidera memang saya bisa main kembali namun tidak lagi optimal. Makanya saya putuskan pensiun dari timnas," lanjut dia.

Kas sendiri kemarin sedang berlibur ke Jogjakarta. "Kebetulan Jogjakarta dekat dari Solo maka setiap berlibur saya selalu ke Jogjakarta. Selain jalan-jalan ke pantai kami sekeluarga juga mampir ke Malioboro," sambun dia.

Di luar lapangan hijau Kas mengaku masih ingin tambah momongan. Hal itu wajar sebab putera semata wayangnya sudah berusia delapan tahun. "Eric sudah besar. Pengennya sih cepetcepet dapet momongan lagi tapi belum dapat-dapat," terang dia.

Menurutnya Eric kini sudah duduk di kelas 2 sekolah dasar (SD). Selain menekuni dunia pendidikan formal Eric juga belajar sepak bola. "Suatu kebetulan Eric juga menyukai posisi sayap kanan seperti saya. Mudah-mudahan saja dia bisa jadi pemain bagus lebih dari saya. Saat ulang tahun kemarin selain dapat kado gelar juara IIC dia juga sempat saya belikan sepatu dan bola," tutup dia. (ion/ce2)

Profil

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nama: Kas Hartadi

TTL: Solo, 6 Desemer 1970

Tinggi: 169 cm

Berat: 63 kg

Istri: Sri Hastuti

Anak: king Eric Cantona

Karier Pelatih: SYSA Muba (2006/2007), Timnas U-13 (2007/2009), Sriwijaya FC U-21 (2009), Asisten Sriwijaya FC (2010/2011), Sriwijaya FC (2011/sekarang)


Sumatera Ekspres, Rabu, 26 Desember 2012

Kamis, 22 November 2012

Moha atau Along

Pemain Asia Terakhir Sriwijaya FC

PALEMBANG -- Usai menyatakan sepakat dengan penyerang asal Liberia, Boakay Eddie Foday, Sriwijaya FC masih menyisakan satu lagi slot untuk pemain asing Asia. Pemain asal Lebanon, Melhores Mohamentos pun masuk ke dalam target berikutnya untuk dipermanenkan.

Moha --sapaan akrabnya-- yang kini berstatus sebagai pemain seleksi itu, memang telah menunjukkan kemampuan dalam dua laga Training Camp (TC), meski demikian, masih ada beberapa pilihan pemain lain sebelum dirinya benar-benar resmi dikontrak.

"Sejauh ini, dia (Moha) telah bermain baik, dan bisa jadi akan kita jadikan pelengkap pemain asing yang ada. Namun masih ada beberapa pemain lagi yang juga akan kita lihat sebelum benar-benar membawanya ke Palembang," Kata Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) yang menaungi Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin.

Lantas siapa pemain asing Asia lain yang menjadi incaran? Nooh Alamsyah, penyerang berkebangsaan Singapura ternyata juga masuk ke dalam daftar yang dimiliki oleh anggota DPRD Banyuasin tersebut. Along --sapaan akrabnya-- memang sempat dikabarkan dekat dengan Sriwijaya FC beberapa waktu lalu, namun akhirnya Moha yang ternyata datang bergabung dengan tim di Solo.

Penyerang yang bermain untuk tim Persib Bandung di musim lalu, merupakan salah satu pemain yang berkualitas, meski temperamental kala berada di lapangan. Namun, insting mencetak gol pemain kelahiran 3 September 1980 itu tak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu, Hendri masih akan menimbang dan berkonsultasi dengan tim pelatih untuk menilai siapa pemain yang tepat untuk mengisi kebutuhan tim Laskar Wong Kito.

Saat ini, Sriwijaya FC baru resmi mengontrak dua pemain asing internasional, Erick Weeks (Liberia), dan Ali Khadafi (Togo) dan satu pemain asing Asia Diogo Santos (Timor Leste). Sedangkan Boakay Eddie Foday (Liberia) akan segera dikontrak saat tiba di Palembang.

"Masih kami pertimbangkan dengan tim pelatih siapa yang akan menjadi pemain asing Asia terakhir karena seperti diawal kami ingin pemain tersebut bukan hanya sesuai kebutuhan tim, tetapi memiliki sikap yang baik," tukasnya (cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 22 November 2012

Tak Khawatirkan Hasil Akhir



1 Arema v Sriwijaya FC 0

PALEMBANG -- Sriwijaya FC dipaksa mengakui keunggulan Arema Malang dalam pertandingan persahabatan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan Malang malam tadi (21/11). Satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan yang disaksikan oleh sekitar 10 ribu Aremania tersebut dicetak penyerang Alberto Goncalves lewat tedangan penalti pada menit 28. Penalti diberikan wasit karena wingback Sriwijaya FC, Mahyadi Pangabean melakukan handsball di kotak terlarang.

Partai penuh gengsi yang mempertemukan kedua pelatih terbaik di Liga Indonesia ini mungkin hanya sebuah pertandingan persahabatan namun hasil yang didapat kali ini, tak urung membuat pelatih Kas Hartadi akan terus memaksimalkan kemampuan anak asuhnya di musim depan sebagai bahan evaluasi.

"Anak-anak telah berusaha dengan baik dalam pertandingan ini. Dan lewat penalti tadi, akhirnya kami harus mengakui keunggulan Arema. Namun kerja keras anak-anak sudah terlihat dan bisa jadi patokan untuk penerapan strategi di musim depan," ungkapya.

Kas memang tidak begitu memusingkan hasil pertandingan malam tadi. Mantan pelatih SYSA Muba itu mendapatkan banyak pelajaran dari hasil uji coba lawan Arema. Selain itu, Kas tidak memberikan libur kepada pemain untuk persiapan hadapi Inter Island Cup (IIC).

"Kami akan pulang ke Palembang besok (22/11) dan akan segera melakukan evaluasi atas Training Camp (TC) yang telah kita lakukan. Termasuk beberapa catatan yang didapat dari pertandingan malam ini melawan Arema," ujar pemain Arseto Solo era 1980-an tersebut.

Pada pertandingan malam tadi, tuan rumah mendominasi di babak pertama. Beberapa peluang tercipta melalui kaki trio Alberto Goncelves, Greg Nwokolo, dan Keith Kayamba Gumbs didukung suplai bola dari Ebrahem dan Egi Melgiansyah yang menjadi motor serangan. Beruntung Sriwijaya FC memiliki Ferry Rotinsulu yang tampil ciamik mengantisipasi tendangan dari kubu Arema.

Petaka terjadi pada menit 28. Mahyadi Pangabean yang berusaha menghalau bola tak sengaja handsball. Eksekusi penalti berhasil dimanfaatkan mantan penyerang Persipura, Alberto Goncalves. (cj1/nan/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 22 Novebmber 2012

Foday Sepakat

PALEMBANG -- Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, Boakay Eddie Foday akhirnya dipastikan akan berkostum Sriwijaya FC musim depan. setelah kehilangan Jeery Boimah Karpeh. Foday hadir memberi asa baru bagi pelatih, Kas Hartadi di lini depan. Kata sepakat ini akan segera dituangkan dalam kontrak kerja yang akan dilakukan setibanya sang pemain di Palembang.

Menurut Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) yang menaungi Sriwijaya FC, Hendri Zainuddin kepastian untuk merekrut Foday ini didasarkan bukan hanya kualitas, tetapi juga kesungguhan dan keinginannya bergabung dengan Laskar Wong Kito, yang ditunjukkan selama proses seleksi dalam Training Camp (TC)

"Kami yakin dia akan menjadi pemain menjadi pemain yang bisa membantu tim di musim depan. Hadirnya pemain ini akan membuat pelatih tidak kesulitan untuk menentukan siapa ujung tombak yang dipakai dalam pertandingan kedepan. Kami harap dirinya akan tetap konsisten menunjukkan yang terbaik untuk tim kita," ungkapnya.

Secara tidak langsung, Hendri juga telah melupakan apa yang telah dilakukan Foday beberapa waktu lalu dalam Celebes Cup. Seperti diketahui pemain berdaraha Liberia itu menolak diturunkan lantaran dirinya merasa belum dikontrak oleh manajemen. Hinga akhirnya sang pemain meminta maaf dan menunjukkan keseriusannya dengan langsung bergabung dengan tim di Solo, Jawa Tengah.

Penyerang yang bernaung dibawah agen Indo Bola Mandiri milik Eko Subekti ini diharapkan mampu melebihi capaiannya bersama Persiwa Wamena musim lalu. Apalagi saat ini Sriwijaya FC sudah diperkuat oleh kompatriotnya, Erick Weeks Lewis. Manajemen kini tinggal menyiapkan kontrak bagi pemain yang sedang berada di Malang, Jawa Timur untuk bertarung menghadapi Arema Malang dalam laga uji coba terakhir TC.

"Kami juga berharap dengan dirinya untuk mampu melebihi capaiannya bersama Persiwa Wamena. Apalagi bersama Weeks dia telah begitu padu di lini depan. Tinggal bersama anggota tim yang lain, dia tunjukkan kualitasnya untuk membantu tim mencapai target musim ini. Mengenai yang terjadi beberapa waktu lalu, tidak perlu lagi dipermasalahkan. Tinggal disiapkan kontrak saat mereka kembali nanti," tukasnya. (cj1/nan/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 22 November 2012

Rabu, 21 November 2012

Debut sang Kapten

Debut sang Kapten
Sandang Kapten: Ponaryo Astaman sandang ban kapten Sriwijaya FC lagi setelah resmi bergabung dengan skuad Jakabaring

PALEMBANG - Kembalinya Ponaryo Astaman ke Sriwijaya FC akan ditandai dalam duel uji coba kontra Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, malam ini (21/11). Debut sang kapten cukup bermakna sebab bakal main dengan salah satu mantan klubnya (2007/2008).

“Popon ,sapaan akrab Ponaryo Astaman, baru tiba di Malang semalam (19/11). Sore ini (kemarin, red) Popon sudah bergabung tim dalam uji coba lapangan,” ujar Pelatih Kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi kepada koran ini.

Pria yang akrab disapa Kas itu sendiri sudah memberi garansi satu tempat buat talenta Balikpapan itu. “Kita akan coba maksimalkan Popon dari menit awal. Rencana akan kita duetkan dengan Ali Khadafi untuk lebih memperkuat lini tengah,” bilang dia.

Bagaimana dengan fisik Popon? Sebagai mana diketahui mantan pemain tengah Tim Nasional (Timnas) Indonesia itu sudah cukup lama “ngangur” usai diputus kontrak manajamen Laskar Wong Kito awal Oktober lalu.“Pantauan dari hasil latihan tadi tidak ada tanda-tanda penurunan fisik Popon,” ujar pria asal Solo, Jawa Tengah itu.

Terlebih masih kata dia selain latihan rutin untuk menjaga stamina, Popon juga sempat bergabung bersama Timnas versi KPSI dalam training center (TC). “Timnas KPSI bubar belum lama. Makanya kebugaran Popon tetap terjaga,” lanjut mantan asisten pelatih Sriwijaya, Ivan Kolev ( musim 2010/2011) itu.

Selain bakal masuk starting eleven Popon juga bakal didaulat sebagai kapten kesebelasan. Sedangkan penjaga gawang utama Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu yang sebelumnya sempat menyandang ban kapten akan turun jabatan jadi wakil kapten.

“Untuk mengambil keputusan ini sangat berat. Saya kira inilah jalan terbaik. Selain manajemen para pemain juga setuju dan Ferry sendiri sangat mendukung kembalinya Popon jadi kapten,” tutup eks pelatih SYSA Muba dan Sriwijaya FC U-21 itu.

Popon sendiri mengaku siap tampil all out. “Komposisi pemain banyak berubah dibanding musim lalu. Tapi buat kami tidak masalah ini akan menjadi tantangan dan motivasi tersendiri. Saya akan mencoba untuk bermain dengan kebersamaan dan selalu berkomunikasi antar pemain,” timpal ayah dua anak itu. (ion/nan/ce3)

Sumatera Ekspres, Rabu, 21 Oktober 2012


Perkiraan Pemain

Arema:
Kurnia Meiga (k),Alfarizi, Igbonebo, Thierry Gathuessi, Munhar (b), Egi, Joko Sansongko, Kayamba Gumbs, Greg Nwokolo, Dendi Santoso,
Pelatih: Rahmad Darmawan

Sriwijaya FC:
Ferry Rotinsulu, Abdul Rahman, Ahmad Jufrianoto, Mahyadi, Taufiq Kisrun, Ponaryo (c), Ali Khadafi, Moch Fakhruddin, Sultan Samma, Boakay Eddie Foday, Malhores
Pelatih: Kas Hartadi

Senin, 19 November 2012

Foday Kembali Unjuk Gigi

Foday Kembali Unjuk Gigi

PALEMBANG -- Menghadapi Banyuanyar All Star kemarin sore (18/11), Sriwijaya FC tampil trengginas dengan menggilas klub asal Kota Solo tersebut tiga gol tanpa balas. Menjadi catatan penting ketika penyerang asal Liberia yang kini masih berstatus sebagai pemain seleksi, Boakay Eddie Foday mencetak dua dari tiga gol tersebut dimenit ke 8 babak dan menit 17 melalui titik penalti.

Kualitas Foday dalam pertandingan ini membuat pelatih Kas Hartadi senang dengan apa yang telah ditunjukkannya. Saat kalahkan Solo All Star (16/11) lalu mantan striker Persiwa Wamena itu juga sukses mempersembahkan gol an dua asist.

"Anak-anak main bagus hari ini. Kami senang dan berharap penampilan baik ini akan terus terjaga. egitu juga saat melawan Arema nanti, kami ingin mereka tetap bagus diatas lapangan. Foday juga meningkat, jika kemarin dia mencetak satu gol, maka hari ini dia cetak dua gol, ini kemajuan yang baik di lini depan," ungkap pelatih Kas Hartadi kemarin.

Sementara itu, satu gol Sriwijaya FC lainnya dicetak oleh pemain sayap Sultan Samma di menit 50 memanfaatkan umpan Melhores Mohamentos. Hasil yang tentu memberikan nilai positif atas trianing camp (TC) yang dilakukan oleh Laskar Wong Kito di Kota Solo, Jawa Tengah meski sempat bermain di bawah guyuran hujan, di Stadion Manahan Solo.

"Kondisi pemain dan sekarang kita tinggal bersiap untuk menghadapi Arema Malang hari Rabu. Oleh karenanya, usai pertandingan kita akan istirahat untuk persiapan nanti," lanjut mantan pelatih SYSA Muba itu.

Sriwijaya FC sendiri tidak menurunkan skuad utamanya dalam pertandingan kemarin, hanya Rivky Mokodompit, Mahyadi Pangabean, Abdul Rahman, Ahmad Jufrianto, Taufiq Kisrun, Ali Khadafi, Immanuel Padwa, Khairul Huda, Moch Fakhruddin, Sultan Samma, Boakay Eddie Foday, yang menjadi starter.

Meski demikian strategi dan alur bola tetap sesuai instruksi sang pelatih. Wajar saja, menghadapi Arema Malang, Sriwijaya FC mesti waspada dan mempersiapkan yang terbaik. Sebab, pertandingan itu bukan sekedar uji coba melainkan menjadi partai yang sarat gengsi. Apalagi beberapa pemain Sriwijaya FC yang telah bergabung bersama klub tersebut macam Kayamba Gumbs ingin membuktikan diri bersama klub barunya. "Kita berusaha bisa tampil baik," tutpnya. (cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 19 November 2012

El Capitano

El Capitano
Gabung lagi: Midfielder Ponaryo Astaman kembali diikat Sriwijaya FC. Pemain asal Balikpapan itu akan unjuk gigi pada laga uji coba kontra Arema Malang di Stadion Kanjuruhan (21/11) nanti.

PALEMBANG -- Kembalinya Ponaryo Astaman menjadikan polemik baru bagi manajemen Sriwijaya FC. Pertama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC harus rela memberikan jabatan asiten pelatih pada mantan pemain Arema Malang itu.

Selain itu, manajemen turut dipusingkan soal kapten kesebelasan. Sejak Popon, sapaan akrab Ponaryo Astaman, dilepas awal Oktober lalu ban kapten telah melingkar erat di lengan penjaga gawang utama Laskar Wong Kito, Ferry Rotinsulu.

Tak hanya itu saja, jersey 11 yang sempat tak bertuan dan kini dipakai Boakay Eddie Foday juga jadi topik hangat untuk diperbincangkan. Namun Kas Hartadi pelatih kepala Sriwijaya FC pastikan masalah kapten aman. Kini Ferry sudah merelakan El Capitano kembali jadi milik Popon.

"Saya sudah bicara dengan Ferry. Intinya tidak ada masalah lagi dan Ferry justru senang bila Popon akan kembali jadi kapten," ujar Kas, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi kemarin (18/11).

Pria asal Solo, Jawa Tengah itu juga menyambut baik kembalinya talenta asal Balikpapan it. Menurutnya kehadiran Popon akan menjadi motivasi tersendiri bagi pemain lain. Tentunya akan lebih mempersolid lini tengah. "Sriwijaya butuh leadership di lapangan dan Popon punya kualitas itu," bilang dia.

"Ada tambahan tenaga khususnya dilini tengah ketika dia (Popon) bergabung. Bukan hanya menghadapi Arema, tapi di tim kita nanti. Saya senang dia telah memutuskan untuk kembali bersama tim," ujar mantan pemain Arseto Solo era 80-an tersebut.

Lini tengah Sriwijaya FC saat ini sendiri bisa dibilang belum benar-benar teruji. Meski sudah mengontrak pemain Togo, Ali Khadafi, Erick Weeks dan kini Ponaryo, Sriwijaya FC masih membutuhkan waktu untuk kembali merangkai kepingan lini tengah yang solid seperti di musim sebelumnya. Dengan demikian, Arema menjadi tim yang pantas menjadi ajang pembuktian, meski hanya berstatus sebagai laga uji coba.

"Masih ada beberapa laga lagi di Inter Island Cup (IIC), sebelum kita memulai musim. Semua lini bukan hanya lini tengah akan terus kita kembangkan kemampuannya. Kami berharap dapat terus memberikan yang terbaik bersama tim," pungkasnya.

Di sisi lain Direktur Teknik dan SDM SFC Hendri Zainuddin mengatakan, butuh waktu panjang untuk kembali mendapatkan jasa pemain Tim Nasional (Timnas) versi KPSI tersebut. "Kami butuh waktu sampai empat jam untuk menyelesaikan negosiasi kontrak Popon, mulai dari pukul 14.00 hingga pukul 18.00," bilang dia.

Menurutnya Popon akan kembali berunjuk gigi saat uji coba kontra Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Rabu (21/11) nanti. "Sebenranya Popon akan menyusul ke Solo ikut trining center (TC). Karena hari ini (kemarin, red) uji coba berakhir usai lawan Banyuanyar All Star maka ia akan langsung menuju Malang, Jawa Timur," lanjut dia.

Anggota DPRD BAnyuasin itu optimis kembalinya Ponaryo akan semakin memperkuat lini tengah. "Saat Celebes Championship II kekurangan Sriwijaya ada di lini tengah. Musim pertama, Ponaryo kita kontrak sebagai pemain, sedang musim kedua, Ponaryo kita kontrak sebagai pemain merangkap asisten pelatih," tukas dia. (cj1/ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 19 November 2012

Popon Balik Kandang

Popon Balik Kandang
Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendi Zainuddin

PALEMBANG - Pemain sepakbola senior Indonesia, Ponaryo 'Popon' Astaman, yang sebelumnya sempat tidak diperpanjang kontraknya oleh manajemen Sriwijaya FC, kini kembali lagi ke pangkuan klub kebanggaan publik Sumatera Selatan itu.

Direktur Teknik dan SDM PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang menaungi SFC, Hendri Zainudin mengatakan, keputasan untuk merekrut kembali Popon adalah berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Hasil yang dicapai pun sama-sama menguntungkan, yakni Popon bisa kembali berseragam SFC dalam jangka waktu dua musim kedepan.

Pada musim pertama, statusnya hanya sebagai pemain kemudian pada musim berikutnya akan merangkap juga sebagai asisten pelatih.

"Alhamdulillah kita sudah deal dengan Ponaryo dengan kontrak dua musim. Ponarto akan langsung bergabung ke Solo bersama pemain lainnya Senin (17/11)," katanya ketika dihubungi Sripo, Sabtu (17/11/2012).

Penulis : Darwin Sepriansyah
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Minggu, 18 November 2012



* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *



Popon Direkrut Kembali Atas Permintaan Pencinta SFC

PALEMBANG - Manajemen Sriwijaya FC menyatakan bahwa perekrutan kembali Ponaryo Astaman merupakan atas permintaan dari para pecinta SFC, baik yang mengajukan pendapatnya secara langsung maupun melalui dunia maya.

Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin, Minggu (18/11/2012) mengungkapkan, keinginan untuk kembali menjalin komunikasi dengan Popon didasarkan atensi atau perhatian dari penggemar SFC. Apalagi, posisi peran Popon sebagai penyeimbang permainan tim memang sangat dibutuhkan SFC pada musim ini.

"Banyak keuntungan kita peroleh karena bisa merekrut Popon. Pemain lainnya bisa belajar banyak dari pengalaman dan kepemimpinan Popon di lapangan. Apalagi, dia menjadi pemain yang paling berpengaruh bagi SFC meraih juara ISL (Indonesia Super League) musim lalu," katanya.

Penulis : Darwin Sepriansyah
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Minggu, 18 November 2012

Minggu, 18 November 2012

Depak Jerry, Tarik Popon

Wong Kito
Ladeni Banyuanyar All Star

PALEMBANG -- jerry Boimah Karpeh harus menerima kenyataan pahit. Hanya gara-gara tindakan indisipliner (lima hari tidak ikut latihan tanpa keterangan) legiun asing asal Australia itu diputus kontrak oleh manajemen Sriwijaya FC.

"Kita resmi putuskan kontrak dengan Jerry (Boimah Karpeh) hari ini (kemarin, red>). Sebab sampai sekarang Jerry belum memberikan keterangan tidak bisa hadir dalam training center (TC) selama di Solo. Keputusan ini (putus kontrak Jerry), kami ambil untuk menjaga kondisi tim agar tetap harmonis," ujar Direktur Teknik dan Sumbr Daya Manusia (SDM) PT Sriwijya Optimis Mandiri (PT SOM)Hendri Zainuddin kepada wartawan kemarin (17/11).

Anggota DPRD Banyuasin itu tidak mempermasalahkan hilangnya mantan penggawa Persisam Putra Samarinda tersebut. Terlebih klub berjuluk Laskar Wong Kito ini sudah menemukan pengganti pemain depan, yakni Boakay Eddie Foday dari Liberia. "Jerry juga tidak bagus-bagus amat. Saat tampil diajang Celebes Championship II 2012 main setengah babak sudah cidera, meski dia mampu menciptakan satu gol," lanjut dia.

Lebih lanjut Hendri, sapaan akrabnya, menambahkan kini pihaknya kembali menjalin kesepakatan dengan Ponaryo Astaman. Gelandang elegen yang sempat di lepas awal Oktober lalu akibat putus komunikasi resmi diikat kembali dua musim langsung. "Popon (panggailan akrab Ponaryo Astaman) sudah deal dan dia akan kita kontrak dua tahun langsung," ujar dia.

Namun sayang pengusaha muda asal Peyeraman Ogan Ilir (OI) tersebut enggan menyebutkan nilai kontrak kapten Bumi Sriwijaya musim lalu ini. "Yang pasti Popon kita beri kepercayaan untuk menjadi asisten pelatih seperti tawaran akhir musim lalu. Kalau kapten terserah Ferry Rotinsulu. Jika Ferry bersedia melepas ban kapten berart jadi milik Popon," terang dia.

Di sisi lain Head Coach Sriwijaya FC Kas Hartadi mengintruksikan pada anak buahnya untuk segera melupakan keberhasilan memenangi laga uji coba kontra Solo All Star dengan skor 5-1 (2-0) di Stadion Manahan Solo (16/11) lalu. Kini pihaknya bersiap menghadapi Banyuanyar All Star di Stadion Manahan, Solo sore ini (18/11).

"Banyuanyar All Star juga bagus. Mereka memiliki beberapa pemain berkelas." (cj1/ion/ce1)

Sumatera Ekspres, Minggu, 18 November 2012

Sabtu, 17 November 2012

Seme Pattrick Tawarkan Diri

Seme Pattrick Tawarkan Diri

PALEMBANG -- Belum tutupnya jendela transfer membuat Sriwijaya FC kembali dapat tawaran. Kali ini Seme Pierre Pattrick resmi "menawarkan" dirinya untuk gabung bersama Laskar Wong Kito (Julukan Sriwijaya FC). Sebagaimana dikatakan Hendri Zainuddin, Direktur Teknik dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM), mantan defender Persema Malang tersebut sangat berminat untuk berseragap songket. Bahkan ia rela meski harus melakoni ketatnya prosesi seleksi.

"Seme baru saja (kemarin sore, red) short message service (SMS) saya. Seme bilang apakah Sriwijaya FC masih butuh seorang stopper asing non Asia lagi," ujar Hendri, sapaan akrabnya, kepada wartawan kemarin (16/11).

Anggota DPRD Banyuasin itu enggan memberikan jawaban pesan singkat Seme pada para jurnalis. Namun dari pembicaraan selanjutnya sepertinya manajeman Bumi Sriwijaya FC belum berkenan menerima kehadiran talenta Kamrun itu.

Hal tersebut cukup lumrah. Sebab kini skuadra Kas Hartadi telah memiliki dua pemain asing non Asia. Masing-masing Erick Weeks Lewis (Liberia) dan Ali Khadafi (Togo). Satu wadah sisa sepertinya bakal jadi milik Boakay Eddie Foday juga dari Liberia yang sudah menyusul para penggawa Sriwijaya training center (TC) ke Solo, Jawa Tengah (Jateng).

"Jika Boakay jadi kita terima sudah tentu kuota asing non Asia cukup. Makanya kami tidak lantas menerima tawaran Seme untuk gabung," lanjut pengusaha muda asal Payeraman Ogan Ilir (OI) itu.

Seme sendiri ebelumnya sempat jalani rangkaian audisi bersama Persiba Balikpapan awal Oktober lalu. Namun akhirnya gagal dan sampai kini belum jelas akan masa depannya. "Saya datang ke Balikpapan untuk Persiba. Karena itu saya pasti siap untuk berkostum Persiba," bilang Seme Pattrick (2/10) lalu.

Dikatakan Seme, kedatangannya ke Persiba bukan karena tidak ada klub yang berusaha merekrutnya namun demikian dirinya menilai sejauh ini Persiba merupakan klub yang terbilang konsisten dan profisional." Itu mengapa saya coba datang kemari. Sebagai pemain belakang saya siap tampil habis-habisan," tutur pemain belakang dengan nama Mohammad Iqbal setelah menjadi muamalaf. (ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 17 November 2012

Makin Kompak

Makin Kompak

(5) Sriwijaya v Solo All Star (1)

SOLO -- Sriwijaya C masih terlalu tangguh bagi Solo All Star (SAS). Pada laga bertajuk uji coba Ferry Rotinsulu dkk menang dengan skor cukup meyakinkan, 5-1 (2-0) di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah (Jateng), kemarin (16/11).

Lima gol Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) masing-masing diciptakan Sultan Samma menit ke-31, Boakay Eddy Foday menit ke-41, M Fakhruddin serta dua gol Choirul Huda menit 70 dan 72. Sementara gol penghibur tuan rumah dilesatkan oleh Bayu Pradana via tendangan bebas terukur pada menit 50.

Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengaku senang dengan hasil pertandingan itu. Bukan hanya karena mampu meraih kemenangan besar namun lebih pada performa anak buahnya yang menunjukkan peningkatan cukup siknifikan. "Anak-anak bermain baik hari ini," bilang dia saat dikonfirmasi oleh koran ini.

Pria asal Solo itu menilai lawan sebagai tim bagus. Mengingat SAS diperkuat sebagian besar gabungan pemain Persis Solo versi PT Liga Indonesia (LI) dan Persis versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). "Jadi ini bukan laga uji coba asal-asalan. Meski mereka bukan kontestan ISL (Indonesia Super League) tapi rata-rata pemain tetap memiliki kualitas bagus," terang dia.

Kas, sapaan akrabnya, juga memberi apresiasi tersendiri bagi pemain tengah Choirul Huda. "Dia (Huda) bermain sangat penuh semangat. Secara umum berkompakan sudah terlihat hanya masih kurang di finishing dan umpan-umpan matang. Lusa (besok, red) kami melawan Banyuanyar All Star," tambah dia.

Kembali ke lapangan hijau pada babak pertama Ferry Rotinsulu dkk membuka keunggulan lebih dulu lewat sontekan Sultan Samma (30'). Bola sontekan kaki kanan eks pemain Persiba Balikpapan ke tiang dekat tak mampu diantisipasi kiper SAS, Bagus Jiwo. Tiga menit jelang istirahat giliran pemain anyar Bumi Sriwijaya asal Liberia Boakay Eddie Foday memperbesar keunggulan menjadi 2-0 yang bertahan hingga turun minum.

Babak kedua tepatnya menit 50, tuan rumah memperkecil kedudukan 1-2 setelah tendangan Bayu Pradana merobek gawang SFC yang dikawal Ferry Rotinsulu. Selang beberapa menit, Sriwijaya FC sebenarnya berhasil kembali mengoyak jala SAS lewat Fakhruddin. Namun, eks Deltras ISL itu lebih dulu terperangkap posisi offside.

Menit 70, tamu memperbesar skor 3-1 melalui gelandang Khoirul Huda. Selang dua menit giliran winger yang baru masuk Fakhruddin menambah skor menjadi 4-1. Memasuki 10 menit jelang bubaran, kembali gawang SAS yang kali ini dijaga Dian Rompi jebol kembali oleh Choirul Huda, sekaligus merubah skor bertambah 5-1 yang bertahan hingga laga usai.

Beberapa pemain masih belum bergabung. Seperti Erick Weeks yang masih mengurus visa. Sementara Karpeh menunggu sikap manajemen karena sudah enam hari pergi tak ada kabar," tukas mantan pemain Arseto Solo itu. (ion/cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 17 November 2012

Popon Tegaskan Tidak Ingin Pisah Jauh dari SFC

Popon Tegaskan Tidak Ingin Pisah Jauh dari SFC
PALEMBANG - Kendati baru sekedar desas-desus, Mantan kapten Sriwijaya FC, Ponaryo Astaman mengakui bahwa kabar yang menyebutkan pihak manajemen SFC ingin mengajaknya kembali untuk bergabung musim depan memang benar.

Kendati tidak langsung dari mulut sang mantan kapten SFC musim lalu ini, sumber yang selama ini sangat dekat dengan Popon dan keluarganya mengatakan, bahwa Popon jadi kembali membela SFC, setelah sempat dilepas manajemen beberapa bulan lalu.

"Itu baru kabar, tetapi sejauh ini dia memang ingin tetap membela SFC untuk musim 2012/2013 ini," jelas si sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sementara Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin juga membenarkan bahwa dia sudah ada komunikasi dengan Ponaryo Astaman. Kemungkinan besok atau lusa sudah keputusan tentang kesepakatan dengan Ponaryo Astaman, agar kembali bergabung bersama SFC.

"Tetapi saya tidak ingin dulu bilang atau tidak, karena ini sifatnya belum pasti dan selama itu berjalan, kami tidak ingin ada istilah menduga-duga. Apakah Popon jadi gabung SFC atau tidak. Tetapi soal komunikasi dengan dia memang sudah ada," jelasnya.

Sementara itu Ponaryo yang dihubungi Sripoku.com lewat pesan singkatnya membenarkan jika dia tidak kemana-mana dan tetap ingin membela SFC."Benar dan saya memang tidak pernah kemana-mana," tulisnya dalam sebuah pesan singkat kepada Sripoku.com, Rabu (13/11/20120.

Bisa jadi ini adalah komentar pertama Ponaryo secara langsung semenjak manajemen memutuskan tidak memperpanjang kontrak pada 9 Oktober lalu. Ponaryo kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ingin berpindah klub selain SFC, dan kini komunikasi yang sempat mandek mulai dijalin kembali demi kebaikan kedua belah pihak.

Penulis : Darwin Sepriansyah
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post - Rabu, 14 November 2012

Jumat, 16 November 2012

Cukup Persiapan Dua Pekan

Jakarta -- PSPS Pekanbaru antusias menyambut pembagian grup dan jadwal Inter Island Cup (IIC) tahun ini. Berada di grup A bersama persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Sriwijaya FC membuat mereka tertantang. Bahkan mereka tak sabar menanti laga pembukaan melawan tim sesama asal Sumatera, yakni tuan rumah Sriwijaya FC.

Di IIC yang dilaksanakan pada 1 hingga 22 Desember ini, PSPS mengandalkan racikan strategi Mundari Karya. Pelatih kawakan yang juga arsitek tim berjuluk Asykar Betuah musim lalu. Mertua gelandang PSPS Ade Suhendra itu akan dibekali 18-20 pemain saat berjuang di Bumi Sriwijaya.

Menurut manager Boy Sabirin, pemain yang dibawa kombinasi muka lama dan pendatang baru. Ada kiper Markus Maulana, Mohammad Nasuha, dan Mohammad Ilham yang hiasi line up baru. Masuknya Markus dalaam rancangan skuad musim depan setelah Jendri Pitoy yang masuk daftar buruan merapat ke Persisam Raja Ampat.

Selain mereka, ada juga ada lima pemain asing pendatang baru seperti Makan Kanoute asal Mali, Ahmed asal Nepal, dan Lee S Young berpaspor Korea Selatan. Sementara muka lama sepeti Ade Suhendra, Ambrizal, dan M Isnaini. Mereka akan bahu membahu bela panji PSPS.

"Kami sudah latihan dua minggu lalu tapi hanya untuk pemain lokal. Untuk persiapan serius hadapi Inter Island mulai pekan depan karena pemain berlabel timnas seperti Markus, Ilham, dan Nasuha, serta tiga pemain asing akan datang," jelas Boy kala dihubungi kemarin.

Namun, nasib ketiga pemain itu belum diresmikan. PSPS, kata Boy, akan melihat kualitasnya dulu di Inter Island. Setelah turnamen pra-musim itu pihaknya akan lakukan acara penandatangan kontrak. Dengan catatan, kualitas mereka sesuai dengan keinginan pelatih. "Inter Island bisa dikatakan sebagai ajang seleksi tiga pemain asing yang baru kami datangkan. Di ISL musim depan kami akan pakai 5 pemain asing. Tapi sementara kami fokus dulu terhadap ketiga pemain ini selebihnya akan kami lakukan setelah IIC. Total kami anggarkan Rp 8 miliar untuk belanja pemain," ujarnya (kmd)

Jadwal Grup A di Gelora Sriwijaya

Jumat 7-12-2012Persija vs PersitaTvOne Pukul 15.30 WIB
Jumat 7-12-2012SFC vs PSPSTvOne Pukul 19.00 WIB
Minggu 9-12-2012PSPS vs PersitaAntv Pukul 15.30 WIB
Minggu 9-12-2012SFC vs PersijaAntv Pukul 19.00 WIB
Selasa 11-12-2012PSPS vs PersijaTvOne Pukul 15.30 WIB
Selasa 11-12-2012SFC vs PersitaTvOne Pukul 19.00 WIB

Seminal

Sabtu 15-12-2012Juara Grup B vs Juara Grup D
Minggu 16-12-2012Juara Grup A vs Juara Grup C

Final

Sabtu 22-12-2012Pemenang semifinal 1 vs Pemenang semifinal 2

Distribusi Hadiah

Juara: Piala + Medali + Uang Tunai + Rp 150 juta

Runner Up: Piala + Medali + Rp 75 juta

Top Scor: Sepatu Emas + Rp 10 juta

Pemain Terbaik: Bola Emas + Rp 10 juta



Sumatera Ekspres, Jumat, 16 November 2012

Senin, 15 Oktober 2012

Sriwijaya Resmi Kontrak 26 Pemain

Ingin Cicipi Gelar Asia

PALEMBANG -- Sriwijaya FC tetap memendam misi juara. Meski skuad banyak alami perubahan, hingga 80 persen "wajah baru" pasukan Laskar Wong Kito tetap dibebani jadi terbaik di ajang Indonesia Super League (ISL) musim kompetisi 2012/2013.

Sebagaimana dikatakan Presiden Sriwijaya FC Dodi Reza Alex dalam prosesi penandatanganan ikatan kerja pelatih dan pemain Sriwijaya FC musim 2012/2013 di Griya Agung kemarin, (14/10). Bumi Sriwijaya merupakan kesebelasan terpuji. Sebagai bukti mereka sudah merasakan seluruh gelar di kancah sepak bola tanah air. Sebut saja dua kali juara Liga Indonesia dan tiga kali secara berturut-turut Piala Indonesia.

"Selain itu, Sriwijaya juga sudah merasakan mahkota piala Inter Island Cup (IIC), Community Shield (CS) dan Perang Bintang. Jadi, semua kejuaraan bergensi di Indonesia pernahkami rasakan," ujar anggota DPR RI tersebut dengan nada berapi-api.

Selain bertekad mempertahankan gelar juara ISL, Ferry Rotinsulu dkk juga diharapkan mampu berprestasi di level lebih tinggi lagi (kompetisi sepak bola tingkat Asia). "Makanya saya minta Mas Kas (Hartadi) sebagai pelatih kepala kalau bisa musim ini Sriwijaya mencicipi gelar Asia. Kami juga mohon doa dari warga masyarakat Sumsel," lanjut anak sulung Gubernur Sumsel H Alex Noerdin ini.

Terlebih skuad Laskar Jakabaring bisa dikatakan sudah siap arungi lautan liga musim depan. Itu setelah mereka memastikan kerangka tim dengan formasi 26 pemain terbagi dari 19 pemain utama dan 7 pemain magang. Masing-masing empat penjaga gawang, sembilan pemain belakang, delapan pemain tengah serta lima pemain depan.

"Ya, kami ucapkan selamat datang buat para pemain baru Sriwijaya FC. Kami selalu minta pada jajaran manajemen untuk membuat pemain lebih enjoy. Kalau bisa seluruh pemain seperti berada dalam rumah atau kampung haalaman sendiri hingga mereka kerasan," tambah pria berkacamata ini.

Dikatakan Dodi (sapaan akrabnya) sebanyak 26 pemain tidak cukup. Pihaknya belum menghentikan perburuan pemain terkhusus untuk legiun asing. "Kami akan tambah 2 pemain asing lagi (satu ASia, satu non Asia). Untuk pemain lokal tergantung dengan kebutuhan pelatih dua atau tiga juga tidak masalah," lanjut dia.

Ia juga sadar pihaknya lamban dalam membentuk skuad. Namun tetap optimis kuota akan tercukupi sebelum kompetisi digulirkan (5 Januari 2013) dan jendela transfer benar-benar ditutup akhir Desember nanti. "Dalam membentuk tim kami memang tidak terburu-buru. Kami selalu mendengar, menganalisa, mengevaluasi masukan tim teknik, masyarakat luas dan kalangan berkompetensi di dunia sepak bola,"tutur dia.

Dodi juga tidak mempermasalahkan komposisi pemain banyak alami perubahan. "Dalam dinamika sepak bola pemain datang dan pergi suatu hal yang lumrah. Adanya pemain baru diharapkan bisa membawa kontribusi besar ke depan," harap politisi partai Golkar ini.

Manajemen turut ogah kalau dibilang ikut interpensi dalam pemilihan pemain. Sementara Pelatih kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi mengaku tidak dapat titipan atau pesanan pemain selama dalam membentuk skuad. "Semua pemain yang yang kami rekrut sesuai dengan kebutuhan tim. Tentunya sudah kami diskusikan dengan tiim pelatih danmanajemen terlebih dahulu," timpal pria asal Solo, Jawa Tengah ini.

Dalam penandatanganan tersebut empat pemain Sriwijaya tidak hadir. Yakni Ferry Rotinsulu, Abdul Rahman, Achmad Jufriyanto, dan Aliyudin. Sedangkan Sultan Samma winger anyar Sriwijaya FC mengaku puas setelah dapat kepastian masa depan (kontrak sah). (ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 15 Oktober 2012

Manajemen Desak Sponsor



Tiga Turnamen Menanti



PALEMBANG -- Manajemen Sriwijaya FC "kalang kabut" bereskan polemik keuangan. Meski pendanaan dalam kondisi tidak menentu, namun PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC tetap berusaha memaksimal diri memenuhi kewajiban mereka bayar gaji pemain.

Sebagaimana diutarakan Direktur Keuangan PT SOM Augie Bunyamin gaji pemain bulan pertama (Oktober 2012) sudah dikucurkan. "Alhamdulillah, kita sudah selesaikan gaji bulan pertama semua pemain," ujar dia kepada Sumatera Ekspres kemarin (14/10).

Dana yang dikeluarkan manajeman Laskar Wong Kito bukan berasal dari kas perusahaan melainkan dana talangan. "Sifatnya dana pinjaman. Jadi nanti setelah setelah dana sponsor cair, maka akan kami kembalikan," tambah bos Hotel Swarna Dwipa Palembang ini.

Karena itu, ia mendesak pada para sponsor utama tim kebanggaan masyarakat Sumsel ini untuk segera merealisasikan janjinya. Sebagian besar donatur diperkirakan akan mengucurkan dana di akhir bulan ini (Oktober, red).

Rencananya sih sponsor akan mencairkan dananya mulai akhir Oktober nanti. Harapan kami bisa segera terealisasikan. Karena kami sudah tidak memiliki stok untuk gaji bulan depan. Terlebih dana sponsor itu nanti rencananya akan kami bayarkan untuk utang dua bulan sisa musim lalu," lanjut Wakil Direktur Wisma Atlet ini.

Sponsor Sriwijaya musim depan bertambah seiring kehadiran Evalube. Evalube akan menjadi donatur untuk musim depan, dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai Rp 1,75 miliar.

Selain itu ada donatur setia Laskar Wong Kito masing-masing Bank SumselBabel, PTBA serta Yamaha Tamrin Brother. "Sponsor utamanya ada empat namun akan ada sponsor lainnya," terang dia.

Tapi sayang dia enggan membeberkan satu persatu sumbangan perusahaan besar di Bumi Sriwijaya ini kecuali Evalube. "Besar dana belum bisa dipastikan. Nanti setelah kita lakukan kontrak kerjasama baru akan kami beri informasi," tukas dia.

Setelah keraangka terbentuk Sriwijaya FC mulai fokus pada pematangan. Kinia skuad Kas Hartadi dihadapkan pada tiga turnamen pramusim sekaligus. Masing-masing Celebes Championship 2012, Bola Master Tropi 2012 serta Inter Island Cup (IIC). Ketiga kejuaraan tersebut dilaksanakan 3 November-16 Desember mendatang.

"Jadwal kita sebelum hadapi kompetisi resmi 5 Januari nanti cukup padat. Namun secara umum kami sudah siap mengikuti semua kejuaraann pramusim ini," ujar pelatih kepala Sriwijaya FC Kas Hartadi kepada wartawan kemarin (14/10).

Evnt pertama bakal dihadapi Ferry Rotinsulu dkk adalah Celebes Championship. Kejuaraan ini juga akan diikuti Persib Bandung, Barito Putera serta Makasar United itu akan dilaksanakan di Bandung 3-4 November nanti. "Kejuaraan ini (Celebes Championship) akan kami jadikan sebagai ajang seleksi melengkapi kuota pemain asing tersisa (dua lagi)," lanjut pria asal Solo, Jawa Tengah ini.

Kemudian Bola Master Trophy 2012 dilaksanakan 29 November sampai 16 Desember 2012. Kegiatan tersebut akan cukup melelahkan karena menggunakan sistem pertandingan home and away. "Kemungkinan akan diikuti empat klub Sriwijaya, Semen Padang, Persebaya 1927 dan Arema-Pelita," lanjut dia.

Dalam ajang tersebut mantan penggawa timnas era 90-an ini lebih mematangkan strategi. "Kami berharap sebelum Bola Master Trophy semua pemain sudah bisa bergabung.. Jadi tinggal setel komposisi saja," harap dia.

Turnamen pramusim terakhir yang diikuti tim Bumi Sriwijaya adalah Inter Island Cup (IIC) 2-8 Desember mendatang. "Diajang IIC Sriwijaya bakal jadi tuan rumah. Nah, pada turnamen ini kami akan berusaha untuk lebih mengoptimalkan permainan," tutur dia.

Bagaimana dengan piala segi empat yang rencananya bakal digelar di Jakabaring, 20-27 Oktober nanti? Menurut sekretaris Umum PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) Faisal Mursyid kejuaraan yang rencana semula diikuti Sriwijaya, Persisam, Selangor FA (Malaysia) serta TDM FC (Malaysia) itu bisa dipastikan batal. "Karena melibatkan peserta dari luar negeri, maka urusannya agak ribet. Makanya batal," timpal dia. (ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Senin, 15 Oktober 2012

Menang Tapi Kecewa

MOTEGI -- Pola persaingan MotoGP di dua seri terkhir bertahan. Pembalap Yamaha Jorge Lorenzo meraih pole, mengawali balapan dengan baik dan unggul hingga beberapa lap. Tapi, kemenangan tetap milik pembalap Repsol Honda Dani Pedrosa.

Peddrosa tak bisa menutupi kebahagiaannya meraih kemenangan beruntun. Setelah Aragon, kemarin (14/10), ia menguasai Motegi Jepang. Tapi, tetap ada yang membuatnya kecewa setelah kemenangan itu, yaitu Lrenzo bisa finish di posisi kedua. Itu artinya Pedrosa masih belum bisa menyalip Lorenzo di klasmen sementara.

"Ini adalah balapan yang sulit karena berjalan cepat dari awal. Saya mencoba untuk memahami motor karena kemarin kami merasakan banyak chatter (getar pada motor). Jadi, saya tak tahu bagaimana jadinya hari ini," beber Pedrosa pada Autosport.

Begitu mengambil alih posisi terdepan di lap ke-13 Pedrosa tak lagi terkejar oleh Lorenzo. Jarak di antara lebih dari 4 detik saat finish.

"Kami melakukan apa yang perlu dan sangat disayangkan tak ada pembalap lain yang bisa dekat dengan kami, karena setiap saya menang, dia selalu yang kedua," katanya.

Sementara Lorenzo mengakui posisi kedua sudah maksimal baginya. Sempat berada di atas angin dengan hasil kualifikasi, performa Yamaha M1 tak memuaskannya, terutama di lintasan lurus.

"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk terus bisa bertarung dengan Dani. Namun, hari ini, kami punya performa yang berbeda di lintasan lurus," ujar Lorenzo.

MotoGP 2012 tinggal menyisakan tiga seri lagi. Setelah MotoGP Malaysia pada 21 Oktober mendatang, balapan akan berlanjut ke Australia dan berakhir di Valencia. (ady/ce2)

--------------------------------------------------------------
Sumatera Ekspres, Senin, 15 Oktober 2012
--------------------------------------------------------------