Jumat, 28 Desember 2012

Sinar Terang Tantan setelah Bergabung dengan Sriwijaya FC

Share on :

Didoakan Teman-Teman Cetak Gol di Final di IIC



Meninggalkan Persitara Jakarta Utara, karier sepakbola Tantan justru makin mengkilap. Striker 28 tahun ini langsung greng bersama Sriwijaya FC, klub baru yang belum lama dibelanya. target meraih gelar pun dipancangkannya bersama tim kebanggaan Sumatera Selatan tersebut.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Edi Triono - Cholis Faizi, Palembang

Apa kabar Dulur? ucap singkat Tantan di Stadion Manahan, Solo, saat laga final Inter Island Cup (IIC) antara Sriwijaya FC kontra Persisam Samarinda, belum lama ini. Badannya masih kekar. Kaki dan pahanya juga. Larinya juga masih kencang seperti dulu. Ya, Tantan belum habis. Bahkan, dia menjadi pahlawan timnya, Sriwijaya FC di laga pamungkas IIC. Donasi satu golnya membuat kedudukan menjadi 2-2. Sriwijaya akhirnya menjadi kampiun setelah sukses adu penalti.

Kashartadi, pelatih Sriwijaya FC-lah yang memunculkan kembali namanya. Setelah tenggelam bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Persitara Jakarta Utara, namanya terkatrol kembali. Kas, panggilan Kashartadi, cukup jeli melihat potensi pemain. Tantan yang sebelumnya diprediksi kariernya menurun, justru bersinar dibuatnya.

Sebelum bergabung dengan klub peraih gelar juara Piala Indonesia 2007, 2008/2009 dan 2009/2010 itu, orang tidak begitu mengenal siapa Tantan. Namun kini mantan pemain Persitara ini menjadi satu-satunya pemain Sriwijaya yang dipanggil tim nasional (timnas) proyeksi Pra Piala Asia 2015. "Tantan bermain cukup bagus selama IIC. Di final dia juga mampu menciptakan gol," kata Kas.

Tantan mengaku senang bergabung dengan Sriwijaya. Maklum, kendati belum semusim, dia sudah bisa merasakan gelar IIC. Terlebih di partai final dia mampu menciptakan gol. "Sebelum pertandingan teman-teman bilang Tantan pasti cetak gol. Saya senang mungkin itu doa dan bisa jadi kenyataan," katanya. Kemenangan tersebut dia persembahkan untuk istri dan dua buah hatinya. "Dan tentu untuk masyarat Sumatera Selatan. Terimakasih atas dukungannya," tukasnya.

Laga melawan Persisam, diakuinya merupakan pertandingan terberat yang pernah dia lakoni. "Alhamdulillah, kami berhasil. Sriwijaya FC saya akui tim yang sangat solid dan penuh kekeluargaan. Itulah kunci keberhasilan kami," ujar pria kelahiran Bandung ini.

Striker berusia 28 tahun itu meyakini kalau Sriwijaya FC bisa menjadi tim kuat di Liga Super Indonesia (LSI) nanti. "Tim kuat ini bukan hanya bermaterikan pemain bertabur bintang. Tapi, semangat juang itu yang yang sangat diperlukan dan itu adalah Sriwijaya FC," tandasnya. (*/ce1)

Sumatera Ekspres, Kamis, 27 Desember 2012

0 komentar:

Posting Komentar