Sabtu, 29 September 2012

Ruben Reyes Diaz Rebut Hati Kas

Share on :


Seleksi — Mantan pemain Villareal ikuti seleksi pemain Laskar Wong Kito, Sriwijaya FC, Ruben Reyes Diaz di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (28/9). Ruben pada latihan tersebut diposisikan sebagai second striker.

Pemain asal Spanyol, Ruben Reyes Diaz yang ingin mencoba peruntungannya dengan melamar dan mengikuti seleksi di Sriwijaya FC. Ia mengaku belum ingin memboyong anak istrinya ke Palembang mengingat kepastiannya untuk diterima di SFC masih belum begitu jelas. Karenanya ia bertekad meyakinkan pelatih Kas Hartadi selama seleksi.

Diperkirakan dia akan lebih lama di Palembang, karena Kas ingin benar-benar memastikan kualitasnya saat SFC melakoni laga ujicoa 20-27 Oktober.”Saya ke sini untuk mengikuti seleksi SFC. Saya tahu klub ini dari agen saya (Edisyah) yang memberitahukan bahwa SFC adalah tim yang bagus,” katanya ramah ketika ditemui di Mess Pertiwi Jl Bay Salim Batubara, Sekip Pangkal, Palembang, Jumat (28/9) sore.



Memulai pembicaraan saat diwawancarai wartawan, mantan pemain Villareal ini, sangat fasih mengucapkan ‘nice to meet you’ (senang bertemu dengan mu). Namun, setelah ditanya lebih jauh, ternyata Reyes baru belajar juga bahasa Inggris.

Jadi logat sehari-hari yang biasa digunakannya selama ini adalah bahasa Spanyol. Meski begitu, perbincangan tetap berlangsung dengan sebisanya dan cukup bisa untuk dimengerti.

“Saya baru tiba hari ini (kemarin, red), kondisi cukup baik dan tidak ada masalah. Saya akan bermain sebaik mungkin dalam seleksi ini, supaya dapat diterima menjadi bagian SFC musim depan,” katanya sebelum pergi untuk mejalani latihan perdananya di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ).

Sebelumnya, Edisyah mengatakan bahwa Reyes ini sudah tiba di Indonesia (Jakarta) sejak Rabu (26/9) kemarin. Perjalanan yang jauh dari Spanyol ke Jakarta membuat pemain ini tidak langsung menuju ke Palembang. Ia sempat istirahat satu hari pada Kamis (27/9) dan melakoni laga uji dengan bermain bersama Makassar All Star.”Ruben ini sudah kita lihat saat pertandingan, dan terlihat tekniknya sangat baik. Ia cocoknya berperan sebagai second striker, nanti mas bisa lihat sendiri kualitasnya,” ucap Edisyah.

Selain mendatangkan Reyes, Edisyah juga berujar turut mengikutsertakan satu pemain lokal lainnya, yakni Revaldi Andiaz untuk menjalani seleksi. Ia mengetahui bahwa, SFC sedang mencari gelandang bertahan, dan barangkali SFC berjodoh dengan Randias ini. Lagipula usianya masih cukup muda yakni 22 tahun dan memiliki skill yang sangat baik. Tipenya pekerja keras dengan selalu bergerak dan juga umpan-umpannya terukur.

“Musim lalu dia bermain di PSSB Bireuen Aceh, dan bakatnya ini sudah dilihat PSSI (versi Djohar) untuk bergabung dengan Timnas IPL. Pemuda ini bisa jadi calon pengganti Ponaryo di masa depan,” promosinya.

Paling tidak Edisyah meminta waktu tiga hari supaya pemain yang dibawanya ini, bisa nyetel dengan SFC. Hari pertama dianggapnya sebagai ajang untuk adapatasi terlebih dahulu dengan para pemain SFC lainnya.

Memasuki hari kedua, diharapkan sudah mulai kompak ataupun padu dengan skema permainan yang diterapkan pelatih. ”Baru setelah itu keluar deh skill-nya yang sesungguhnya. Apalagi Rivaldi ini dikenal dengan tendangan kerasnya,” jelas Edisyah meyakinkan.

Sementara, Kas Hartadi mengungkapkan tidak akan percaya begitu saja dengan pemaparan yang disebutkan Edisyah. Pemain-pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia tentu akan dilihat dulu kualitasnya, meski latar belakangnya sudah pernah membela klub-klub besar. Apalagi kabarnya, Reyes ini pernah mengalami cedera selama satu musim, jadi otomatis dalam proses perekrutannya tidak akan cepat diambil keputusan.

“Kita tidak ingin terburu-buru dalam perekrutan pemain ini. Paling tidak kita baru bisa memutuskan Reyes ini diterima atau tidak saat kita menjalani laga uji coba melawan Selangor FA dan tim lainnya pada 20-27 Oktober mendatang,” kata mantan pemain Kramayudha Tiga Berlian ini.

Uji coba ini diperlukan untuk melihat sejauh mana kualitas permainan dari pemain-pemain seleksi ini. Masalahnya kalau hanya ikut bergabung dalam latihan saja ia belum bisa mematikan bagaimana tipe permainannya.”Kita tidak bisa jadikan tolak ukur kalau hanya ikut latihan saja. Diperlukan laga uji coba dengan lawan yang kompetitif untuk mengukur kemampuannya dan kekompakannya dengan pemain lain. Kalau kita hanya melawan Tim SPC (Sriwijaya Press Club) pada besok (hari ini, red) pagi tentu tak menjadi ukuran,” candanya sembari tertawa. (cw2)

Sriwijaya Post, Sabtu, 29 September 2012

0 komentar:

Posting Komentar