Senin, 10 September 2012

Diego Michiels Bantah Gabung ke Sriwijaya FC

Pemain berdarah Belanda Diego Michiels, membantah kabar yang menyebutkan dirinya telah mencapai kesepakatan dengan manajemen Sriwijaya FC, untuk memoerkuat klub tersebut di kompetisi Indonesia Super League musim 2012-2013.

Hal itu diungkapkan pria yang diberitakan dekat dengan artis Nikita Willy itu di akun twitternya, @ DiegoMichiels 24. “Berita mengenai Sriwijaya FC tidak benar. Sebagai pemain naturalisasi saya mencintai Indonesia. Sebagai pesepakbola saya berharap liga sepakbola Indonesia damai dan tidak ada unsur politik di dalamnya,” tulis pemain yang membela Timnas Indonesia U-23 di Sea Games 2011.

“Para pemain, para pendukung, Indonesia secara keseluruhan layak mendapatkannya! Saya tidak peduli ISL atau IPL. Kita harus bermain bersama di bawah bendera 1 .. Merah putih!,” jelasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, manajemen SFC melalui Direktur Teknik dan SDM PT SOM Hendri Zainuddin mengatakan, Diego Michiels telah sepakat dan siap bergabung dengan SFC untuk kompetisi musim depan. Diego diproyeksikan menempati posisi yang ditinggalkan oleh Supardi.

Namun kemudian manajemen klub Pelita Jaya meminta kepada Sriwijaya FC untuk menindak lanjuti perekrutan Diego Michiels. Sebab menurut Manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satriawangsa, Diego Michiels adalah pemain bermasalah, karena dia belum mendapat surat pelepasan atau surat keluar atas nama pemain tersebut. Padahal kontrak dia di Pelita Jaya sampai 2014.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Tribunnews
Sriwijaya Post - Senin, 10 September 2012 15:14 WIB

Minggu, 09 September 2012

Sanksi Menanti PSSI


Jadi konflik : Wasit yang memimpin pertandingan sepak bola PON XVIII di Kampar Riau menjadi masalah baru bagi PSSI.

Buntut Penarikan Perangkat Pertandingan



PEKANBARU - Sanksi menanti Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ini menyusul ulah organisasi pimpinan Djohar Arifin yang menarik perangkat pertandingan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau cabang olahraga (cabor) sepak bola dan futsal. Imbas dari penarikan itu, dua cabor itu nyaris batal dilanjutkan.

”Semua harus tunduk pada PB PON dan aturan yang ada. Jadi yang dilakukan PSSI salah. PSSI akan dapat sanksi dari KONI karena pesta olahraga yang kita lihat ini butuh persatuan. Bukan hanya kalah atau menang saja tapi semangat kebersamaan,” ungkap Ketua KONI Tono Suratman, kemarin (9/9).

Seperti diketahui, PSSI menarik perangkat pertandingan untuk cabor sepak bola yang ada di Indragiri Hulu (Inhu), Kuansing, dan Kampar, serta futsal di Indragiri Hilir (Inhi). Tak hanya wasit dan asistennya, tapi juga pengawas pertandingan. Total perangkat pertandingan itu ada 48 orang. Surat keputusan penarikan tersebut terbit pada 7 September.

Pemicu dari penarikan ini adalah ketidaksepakatan PSSI atas putusan Badan Arbritase Olahraga Republik Indonesia (BAORI). Sebelumnya, badan arbritase di atas KONI ini memutus tiga kontestan cabor sepak bola terkait dualisme Jambi, Kaltim, dan Jawa Barat.

Dalam putusannya, BAORI menetapkan Kaltim playoff lawan Kalsel pada 2 September setelah banding Kaltim di BAORI usai didiskualifikasi oleh PSSI Pusat akibat memakai dua pemain profesional dikabulkan. Tapi, saat playoff, Kalsel absen maka Kaltim didaulat tampil di babak penyisihan grup C.

Putusan selanjutnya adalah terkait dualisme tim Jambi. BAORI menetapkan tim Bujang Nasril yang berhak tampil di PON. Tapi PSSI selaku pelaksana pertandingan sepak bola memainkan tim milik Mardi Alfyan karena loyal dengan kepengurusan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin. Terakhir, BAORI memutus tim Jawa Barat bentukan pimpinan Pengprov PSSI Jabar Toni Apriliani. Tapi, panitia menggelar pertandingan dengan tim milik Bambang Sukowiyono.

”Ini kejadian yang tidak patut dicontoh. Bahkan, ini menjadi bukti nyata bahwa PSSI perlu dibenahi. Sebab, putusan BAORI dan hakim sah dan itu yang dijadikan acuan PB PON,” tegas Tono. ”Perlu diingat, PON bukan liga dan bukan atas nama PSSI. PON ada undang-undang dan perangkatnya. Jadi semua harus tunduk pada aturan yang ada,” imbuhnya.

Plt Sekjen PSSI Hadiyandra tidak keder dengan ancaman PSSI. Dia tetap tidak merasa bersalah telah menarik semua perangkat pertandingan. Alasannya sama, PSSI tidak merasa harus mematuhi putusan BAORI dan PSSI merasa diinjak-injak dengan diusirnya Deputi Sekretaris Bidang Kompetisi Saleh Mukadar.

”PSSI bukan sosok Pak Saleh, tapi simbol PSSI yang diusir. Itu sudah injak-injak PSSI. Kini, seumur-umur pelaksanaan PON, baru kali ini teknis pertandingan diambil alih PON sebagai kepanjangan tangan KONI. Wajar sih sebenarnya tapi sebagai induk organisasi sepak bola PSSI tidak anggap apa pun hasil pertandingan di PON. Soal sanksi, kita lihat nanti,” paparnya. (kmd/ce2)

Sumatera Ekspres, Senin, 10 September 2012

Resmi Gaet Diego

Bukan karena Nikita Willy

PALEMBANG-Sriwijaya FC beri kabar kejutan. Diam-diam tanpa banyak suara manajemen berjuluk Laskar Wong Kito tersebut ternyata telah mengikat pemain naturalisasi Diego Michels.

Menurut Direktur Keuangan PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Augie Bunyamin selaku pengelola Sriwijaya FC, negosiasi kontrak dengan pacar aktris serta penyanyi cantik Nikita Willy tersebut berjalan mulus. Kini pihaknya tinggal menunggu kedatangan serta tanda tangan pemain berparas tampan itu.

"Intinya kami sudah jalin kesepakatan kerja sama dengan Diego (michelle). Semua sudah tidak ada masalah termasuk nilai kontrak serta fasilitas lain yang diinginkan Diego. Sekarang kami sedang menyiapkan uang muka buat Diego, kemungkinan tanggal 13 atau 14 September nanti baru ke Palembang langsung tanda tangan di hadapan Presiden Klub (Dodi Reza Alex)," bilang dia kepada Sumatera Ekspres, kemarin (9/9).

Ditambahkan bos Hotel Swarna Dwipa Palembang ini, perekrutan pemain kelahiran Deventer, Belanda, 8 Agustus 1990 ini bukan karena popularitas semata. Lantaran Diego kerap masuk televisi dan sudah membintangi beberapa iklan produk nasional. Belum lagi hubungan asmaranya dengan Nikita membuat mantan pemain Persija Jakarta IPL itu selalu menjadi buah bibir di kalangan masyarakat pecinta bola.

"Ini (perekrutan, red) murni karena kualitas. Semua tahu Diego pemain bagus. Ya, kalau soal Nikita Willy poin plusnya lah. Jika setiap Sriwijaya bertanding home Nikita nonton langsung ke Stadion Jakabaring tentu kita akan makin dapat sorotan, tapi yang paling utama jelas prestasi tim kita kedepankan," lanjut pengusaha muda ini.

Di sisi lain head coach Sriwijaya FC Kas Hartadi menyambut baik niat manajemen datangkan Diego. "Kalau memang sudah deal tentu saya sangat senang. Diego memang pemain rekomendasi saya namun awalnya saya tidak begitu berharap bisa memboyongnya," timpal Kas (sapaan akrabnya).

Hadirnya Diego dipercaya bakal membuat lini belakang semakin kuat. Sebab dia merupakan pemain yang cukup bagus baik skill maupun fisik. "Kita lihat saat berlaga di SEA Games Diego sangat baik," lanjut dia.

Lantas bagaimana nasib Mahyadi? Sebagaimana diketahui Diego punya peran sama dengan Mahyadi untuk posisi wing bek kiri. "Diego pemain multi talenta. Dia bisa main pada posisi bek kiri, bek kanan dan juga stoper. Nanti kita lihat dulu kondisi tim, apakah dia harus di bek kanan atau stoper," lanjut dia. (ion)

Profil :
Nama Lengkap : Diego Robbie Michiels
Lahir : Deventer, Belanda, 8 Agustus 1990
Posisi : Wing Back
Tinggi : 178 cm
Klub saat ini : Pelita Jaya 2012
Berat Badan : 65 kg (kalau belum naik)
Karier Klub
2009/10 Go Ahead Eagles Deventer
2010/11 Go Ahead Eagles Deventer
2011/12 Pelita Jaya FC (Indonesian Super League)
2011/2012 Persija IPL (Indonesia Primier League) Karier Timnas : Timnas SEA Games XXVI 2011, Timnas Senior 2011-2012

Sumatera Ekspres, Senin, 10 September 2012

Selasa, 04 September 2012

Homma Segera Bergabung

PALEMBANG -- Striker anyar Sriwijaya FC asal Jepang Kazuo Homma dikabarkan akan segera tiba di Kota Palembang dalam waktu dekat. Mantan pemain Ferencvarosi TC itu saat ini tengah menikmati sisa liburan pasca berakhirnya liga Hungaria sembari menyiapkan segala keperluannya sebelum menetap di Palembang.

Menurut agennya Rossy Gunawan, Homma sangat senang berlabuh di Sriwijaya FC. Dirinya ingin segera bergabung dan menunjukkan kualitasnya di hadapan pendukung Laskar Wong Kito. "Dia senang dan berharap tampil baik untuk Sriwijaya FC nanti. Saat ini dia sedang mempersiapkan keperluan. Mungkin akhir minggu nanti dia sudah tiba di sini (Palembang)," ujar Rossy, kemarin (3/4).

Saat ini, jelas dia, Homma sedang berada dalam top perform, sehingga bakal mudah nyetel dengan skuad Kas Hartadi. "Liga Hungaria juga cukup keras, sehingga fisiknya bisa dibilang terjaga dengan baik. Saya yakin dia mampu beradaptasi dengan iklim kompetisi di sini dan bermain baik untuk Sriwijaya FC," ungkkapnya.

Selain Homma, Rossy juga menjadi agen pemain lain yang kabarnya tengah didekati manajemen Sriwijaya FC. Yakni, Veldran Muratovic dan Nastja Ceh yang musim lalu berbaju PSMS Medan. "Masih akan ada pembicaraan mengenai keduanya. Sejauh ini hanya Veldran yang rencananya akan ke Palembang Rabu (5/9) nanti. Kami harap hasilnya akan bagus," tuturnya.

Sementara itu, manajemen Sriwijaya FC melalui Direktur Keuangan PT Sriwijaya Omtimis Mandiri (SOM), Augie Bunyamin mengharapkan Homma yang berpengalaman di liga Eropa dapat diandalkan. "Kami senang dengan kesepakatan ini. Tinggal tanda tangan kesepakatan kerjasama (kontrak) resmi dengan pemain yanng bersangkutan saat dia tiba di Palembang nanti," tukasnya. (cj1/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 4 September 2012

FR-12 Bantah Hengkang

Siap Pensiun Bersama Sriwijaya



PALEMBANG - Penjaga gawang utama Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu membantah bakal hijrah ke Persib Bandung. Pemain yang dijuluki FR-12 memastikan tetap bersama Laskar Wong Kito pada musim depan. ”Saya akan tetap di Sriwijaya selama manajemen masih ingin mempertahankan saya. Dari 2004 saya setia membela Sriwijaya yang sudah membesarkan nama saya dan tidak akan pindah,” ujar Ferry, kemarin (3/9).

Pemain paling senior di Sriwijaya FC (sejak take over dari Persijatim) itu juga membantah jika dikabarkan meminta gaji lebih besar dari musim sebelumnya. ”Saya sudah sepakat dengan harga yang ditawarkan manajemen Sriwijaya dan tidak ada kenaikan nilai kontrak dari musim lalu,” lanjut suami Anisa Katarima ini.

FR-12 juga menyangkal jika dikatakan sudah deal dengan klub lain. Ia tetap memprioritaskan Sriwijaya FC, meski banyak klub sudah menawarkan kontrak dengan nilai yang jauh lebih tinggi, termasuk iming-iming uang muka 50 persen. ”Semua tudingan yang mengatakan saya ngambek karena permintaan pembayaran sisa gaji ditolak manajemen adalah tidak benar,” klarifikasinya.

Menurut FR-12, dirinya bertahan karena faktor keluarga. Mengingat, ayah dua anak ini beristerikan Wong Plembang dan merupakan pegawai Bank SumselBabel. ”Saya tidak mata duitan. Saya bukan sok pahlawan dan merasa jadi pemain paling lama disini. Saya hanya ingin memberi yang terbaik untuk Sriwijaya,” beber penggawa timnas ini.

Saking cintanya pada Sriwijaya FC, FR-12 siap menutup karirnya di tim kebanggaan masyarakat Sumsel. ”Seandainya manajemen Sriwijaya FC menawarkan kontrak sampai saya pensiun pun saya siap untuk tanda tangan karena saya cinta Sriwijaya FC,” tutup dia. (ion/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 4 Agustus 2012